Kampung Adat Sade Mulai Bangkit, Nyemulak Tandai Pembangunan Rumah Adat Pascakebakaran

iNews.id
Warga Kampung Adat Sade melaksanakan tradisi Nyemulak atau penanaman tiang pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali rumah adat pascakebakaran, Kamis (3/9/2026). (Foto: iNews TV)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai bangkit setelah kawasan permukiman tradisional Suku Sasak tersebut dilanda kebakaran hebat.

Hampir dua pekan setelah musibah, warga kembali memulai pembangunan rumah adat melalui tradisi Nyemulak, Kamis (3/9/2026). Prosesi adat tersebut ditandai dengan penanaman tiang pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan kembali rumah-rumah warga yang sebelumnya terbakar.

Tidak hanya rumah adat, rekonstruksi juga diarahkan untuk memulihkan Masjid Sade yang ikut terdampak kebakaran. Prosesi Nyemulak menjadi bagian penting dalam tata cara masyarakat Sasak ketika memulai pembangunan, sekaligus menjadi simbol kebangkitan Kampung Adat Sade.

Sejak pagi, warga mulai menyiapkan berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk bambu dan material tradisional lainnya. Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan tetap mempertahankan karakter arsitektur dan nilai adat yang menjadi identitas Kampung Sade.

Warga Sade, Sadib, mengatakan pembangunan kembali dilakukan dengan semangat kebersamaan. Menurutnya, jika seluruh masyarakat bergotong royong, pembangunan rumah dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

"Peletakan batu pertama mulai hari ini. Yang ditanam tiang delapan, kami pasang bambu. Waktu pembangunan bisa 2 minggu asal gotong royong," ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Nyemulak Jadi Simbol Kebangkitan Sade

Bagi masyarakat Sasak Rembitan, Nyemulak bukan sekadar prosesi teknis untuk memulai pembangunan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari tata cara adat yang disertai doa dan harapan agar bangunan baru membawa keselamatan serta keberkahan bagi penghuninya.

Tokoh adat Sade, Tambun, turut menyampaikan harapan agar proses pemulihan berjalan lancar dan kehidupan ekonomi masyarakat segera kembali normal.

"Kita doakan selamat, lancar ekonomi," katanya.

Momentum Nyemulak kali ini sekaligus menjadi penanda bahwa masyarakat Sade mulai bangkit dari dampak kebakaran yang menghanguskan sebagian besar kawasan permukiman tradisional tersebut.

75 Rumah dan 69 Art Shop Terdampak

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) malam sebelumnya menyebabkan kerusakan besar di Kampung Adat Sade.

Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, sebanyak 75 rumah adat dan 69 art shop terdampak. Sejumlah fasilitas adat dan umum juga ikut terbakar, di antaranya masjid, berugak, lumbung alang, Bale Beleq, toilet, gerbang adat, dan fasilitas lainnya.

Sekitar 120 kepala keluarga atau 320 jiwa juga terdampak akibat kebakaran tersebut. Selain kehilangan tempat tinggal, sebagian warga kehilangan sumber penghasilan karena art shop yang menjadi tempat penjualan kerajinan khas Lombok ikut terbakar.

Kerugian material akibat kebakaran itu ditaksir mencapai sekitar Rp34 miliar berdasarkan penghitungan pemerintah daerah bersama unsur terkait.

Besarnya dampak tersebut membuat proses pemulihan tidak hanya menyangkut pembangunan kembali rumah, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan pariwisata masyarakat.

Pemprov NTB Ikut Dorong Rekonstruksi

Pemerintah Provinsi NTB sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk membantu pemulihan Kampung Adat Sade. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bahkan hadir langsung dalam prosesi Nyemulak pada Kamis (3/9/2026).

Pemasangan tiang pertama menjadi penanda dimulainya pembangunan kembali Kampung Adat Sade setelah kebakaran. Pemprov NTB menyebut proses rekonstruksi harus tetap menjaga nilai budaya dan tradisi Sasak.

Kehadiran pemerintah dalam proses tersebut dinilai penting karena Sade bukan hanya kawasan permukiman, tetapi juga salah satu destinasi wisata budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari citra pariwisata Lombok.

Museum Akan Dibangun

Selain membangun kembali rumah adat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga menyiapkan pembangunan museum di kawasan Sade.

 

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan museum tersebut nantinya menjadi tempat untuk menyimpan dan mengabadikan cerita sejarah masyarakat Sade agar dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

"Nanti akan dibangun museum di sini supaya kita tidak lupa story tersebut. Itulah sebabnya, apa yang menjadi story telling masyarakat akan disimpan di museum ini agar bisa diketahui generasi di masa mendatang," katanya.

Rencana museum tersebut menjadi bagian dari upaya agar pemulihan Sade tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pelestarian sejarah dan identitas budaya masyarakat Sasak.

Bahan Bangunan Tradisional Masih Jadi Kendala

Meski pembangunan sudah dimulai, warga masih menghadapi tantangan dalam memperoleh material tradisional seperti bambu dan alang-alang yang selama ini menjadi bagian penting dari konstruksi rumah adat.

Kebutuhan material tersebut menjadi perhatian karena rekonstruksi tidak diarahkan untuk mengubah wajah Sade menjadi permukiman modern. Sebaliknya, pembangunan kembali diharapkan mempertahankan karakter arsitektur tradisional yang menjadi daya tarik kawasan tersebut.

Pemerintah Provinsi NTB sebelumnya juga menyatakan pemulihan Sade harus memperhatikan warisan budaya yang terdampak kebakaran, termasuk arsitektur, tradisi, tenun, seni, dan pengetahuan masyarakat setempat.

Dengan dimulainya Nyemulak, warga kini memasuki tahap baru: membangun kembali rumah, memulihkan mata pencaharian, dan menghidupkan kembali aktivitas wisata.

Bagi masyarakat Sade, pembangunan tersebut bukan sekadar mendirikan bangunan yang baru. Lebih dari itu, proses ini menjadi upaya mempertahankan identitas Sasak dan memastikan Kampung Adat Sade tetap hidup sebagai ruang budaya sekaligus destinasi wisata Lombok.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network