Bantuan untuk Warga Adat Sade Tembus Rp3 Miliar, Kebutuhan Rekonstruksi Rp34 Miliar

Riki Aditya Ramdani
Bantuan bagi warga Dusun Adat Sade pascakebakaran telah mencapai lebih dari Rp3 miliar. (Foto: iNewsLombok.id/Riki Aditya Ramdani)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Bantuan untuk warga Dusun Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, terus mengalir setelah kebakaran melanda kawasan permukiman adat tersebut. Hingga saat ini, nilai bantuan yang terkumpul disebut telah mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan bantuan tersebut berasal dari sejumlah pihak, termasuk perusahaan dan kalangan publik.

"Kemarin ada yang menyumbang Rp2 Miliar dari ITDC dan BUMN," katanya, Rabu (27/8/2026).

Selain bantuan dari ITDC dan BUMN, warga terdampak juga mendapat bantuan sekitar Rp1 miliar dari Raffi Ahmad bersama The Dudas minus one saat melakukan kunjungan ke lokasi pascakebakaran.

Bantuan yang diberikan tidak seluruhnya berbentuk uang. Sejumlah pihak juga menyalurkan sembako dan kebutuhan bahan pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak.

Rekonstruksi Sade Masih Dipetakan

Pathul mengatakan pemerintah daerah masih melakukan pemetaan untuk menentukan konsep pembangunan kembali kawasan Dusun Adat Sade.

"Masih kita petakan," ujarnya.

Pemetaan tersebut diperlukan karena pembangunan kembali tidak hanya menyangkut rumah warga. Sejumlah bangunan dan fasilitas yang menjadi bagian dari kawasan adat juga perlu diperhitungkan dalam proses pemulihan.

Menurut Pathul, kebutuhan anggaran untuk membangun kembali kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar Rp34 miliar.

Anggaran tersebut mencakup pembangunan rumah warga, lumbung padi, masjid, berugak, serta sejumlah fasilitas lainnya.

"Itu bukan hanya untuk rumah saja, tapi banyak peruntukannya," terangnya.

Kebutuhan Rekonstruksi Jauh di Atas Bantuan yang Terkumpul

Dengan estimasi kebutuhan mencapai Rp34 miliar, nilai bantuan yang telah terkumpul lebih dari Rp3 miliar masih belum mencukupi keseluruhan kebutuhan rekonstruksi. Pemerintah daerah masih perlu melakukan perhitungan lebih rinci mengenai kebutuhan setiap bangunan dan fasilitas yang akan dibangun.

Rekonstruksi juga perlu mempertimbangkan karakter arsitektur tradisional serta nilai budaya masyarakat Sasak yang menjadi identitas utama Dusun Adat Sade.

Kawasan Sade selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan Lombok. Karena itu, proses pemulihan diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi permukiman, tetapi juga mempertahankan karakter adat dan budaya yang menjadi daya tarik kawasan tersebut.

Pemerintah daerah bersama masyarakat dan pihak terkait masih melakukan pendataan serta penyusunan konsep pembangunan kembali agar proses rekonstruksi dapat dilakukan secara terarah.

Caption foto: Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengungkapkan bantuan untuk warga Dusun Adat Sade pascakebakaran telah menembus lebih dari Rp3 miliar, sementara kebutuhan rekonstruksi diperkirakan mencapai Rp34 miliar.

Summary: Bantuan untuk warga Adat Sade pascakebakaran telah menembus Rp3 miliar, sementara kebutuhan rekonstruksi kawasan diperkirakan mencapai Rp34 miliar.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network