Gempa 7,7 M Guncang NTT: Kantor dan Kampus Rusak, Warga Minta Dana 17 Agustus Dialihkan untuk Korban

Purnawarman
Kondisi bangunan Pelabuhan Maumere (kiri), Kantor Bupati Ende (tengah), Kampus (kanan) rusak. (Foto: Tangkapan Layar)

"Terjadi lagi gempa, terus sebarkan live TikTok BMKG, telah terjadi 12 kali gempa susulan. Dompu dan Bima waspada tsunami," ungkap penyiar dalam siaran langsung BMKG.

BMKG juga mengimbau masyarakat di wilayah pesisir agar menjauhi pantai hingga ada informasi resmi lebih lanjut dari pemerintah daerah dan BPBD.

Warga Ende Mengungsi, Listrik Padam

Suasana mencekam terjadi di Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende. Listrik padam sesaat setelah gempa, membuat warga berhamburan keluar rumah dan berkumpul di lapangan terbuka.

Salah seorang warga, Zulkasim, mengaku guncangan kali ini terasa berbeda karena bergerak secara vertikal.

"Listrik mati, kami sekarang berkumpul di lapangan, kondisi di sini banyak rumah batu dan gempanya vertikal tidak lagi horizontal, minta doanya," ungkapnya kepada iNewsLombok.id.

Hingga Sabtu pagi, warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian sementara karena khawatir terjadi gempa susulan yang lebih besar.

Warga Minta Dana Perayaan 17 Agustus Dialihkan

Di tengah kondisi darurat, warga terdampak juga menyampaikan harapan kepada pemerintah agar anggaran perayaan Hari Kemerdekaan lebih difokuskan untuk pemulihan Flores.

"Perayaan 17 Agustus di istana negara tidak perlu mewah. Uang itu, kasih ke kami seluruh pemkab di Pulau Flores, NTT untuk perbaiki infrastruktur seperti jalan raya, pelabuhan, bandara dan sekolah-sekolah yang terdampak gempa bumi. Tolong pemerintah lebih peduli lagi dengan kami yang jauh dari pusat pemerintahan ini," ungkapnya.

BMKG Imbau Warga Tidak Percaya Hoaks

BMKG menegaskan gempa ini berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir sehingga masyarakat diminta:

Menjauhi kawasan pantai hingga ada pernyataan resmi.

Mengikuti arahan BPBD dan pemerintah daerah.

Tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Tetap tenang dan memantau informasi melalui kanal resmi BMKG.

Hingga berita ini diterbitkan, jumlah korban jiwa maupun total kerusakan masih menunggu laporan resmi dari otoritas terkait.

Gempa berkedalaman dangkal umumnya menimbulkan guncangan permukaan yang lebih kuat dibanding gempa dalam. BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan sebagai proses pelepasan energi setelah gempa utama, sehingga masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan.

Editor : Purnawarman

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network