Gempa 7,7 M Guncang NTT: Kantor dan Kampus Rusak, Warga Minta Dana 17 Agustus Dialihkan untuk Korban

Purnawarman
Kondisi bangunan Pelabuhan Maumere (kiri), Kantor Bupati Ende (tengah), Kampus (kanan) rusak. (Foto: Tangkapan Layar)

ENDE, iNewsLombok.id – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 05.30 WITA. Guncangan kuat memicu kepanikan warga di Pulau Flores dan menyebabkan sejumlah bangunan penting di Kabupaten Ende hingga Maumere dilaporkan mengalami kerusakan.

Berdasarkan informasi awal BMKG, gempa berpusat di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, sehingga tergolong gempa dangkal yang guncangannya terasa sangat kuat di berbagai daerah.

Wilayah yang merasakan dampak paling signifikan meliputi Ende, Sikka (Maumere), Nagekeo, hingga beberapa daerah lain di Pulau Flores. Sejumlah titik juga dilaporkan mengalami longsor akibat kuatnya getaran.

Kantor Bupati Ende hingga Pelabuhan Maumere Terdampak

Laporan sementara menyebutkan beberapa fasilitas publik mengalami kerusakan, di antaranya Kantor Bupati Ende, Kampus Universitas Katolik (UNIKA), Pelabuhan Maumere, Sejumlah ruas jalan yang terdampak longsor.

Petugas BPBD bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakan maupun kemungkinan adanya korban.

BMKG: Sudah Terjadi Belasan Gempa Susulan

Melalui siaran langsung resmi BMKG di TikTok, masyarakat diminta tetap waspada karena aktivitas gempa susulan masih terus terjadi.

Editor : Purnawarman

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network