Pada tahun akademik perdana, Politeknik Narmada membuka tiga Program Studi Sarjana Terapan (D4), yaitu Bisnis Digital, Bisnis dan Manajemen Ritel, serta Teknologi Rekayasa Logistik.
Program Studi Bisnis Digital dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan di bidang transformasi digital, pemasaran digital, e-commerce, analisis data bisnis, hingga pengembangan perusahaan rintisan (startup).
"Program Studi Bisnis dan Manajemen Ritel difokuskan pada pengelolaan bisnis modern, pemasaran, pelayanan pelanggan, rantai pasok, dan pengembangan usaha perdagangan," kata Gusti Lanang.
Adapun Program Studi Teknologi Rekayasa Logistik dipersiapkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam sistem logistik, transportasi, pergudangan, distribusi barang, serta manajemen rantai pasok yang menjadi kebutuhan berbagai sektor industri.
Seluruh program studi tersebut dikembangkan menggunakan konsep link and match dengan dunia usaha dan industri. Kurikulumnya disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja, dilengkapi pembelajaran berbasis praktik, program magang industri, sertifikasi kompetensi, serta pemanfaatan teknologi digital agar lulusan memiliki daya saing tinggi.
Ketua Yayasan Lumbung Ilmu Sasak, Ahmad Mustarudin Efendi, mengatakan penerbitan SK operasional merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan seluruh tim pendiri serta dukungan berbagai pihak.
"SK operasional ini bukan sekadar legalitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, tetapi menjadi amanah untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang mampu melahirkan generasi muda yang kompeten, berintegritas, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global,"tegasnya.
"Kami berkomitmen membangun Politeknik Narmada sebagai pusat pendidikan vokasi unggulan yang memberi manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan daerah," jelas Mustarudin.
Direktur Politeknik Narmada, Moh Jazuli, menyampaikan bahwa kampus yang dipimpinnya akan mengedepankan budaya mutu, tata kelola profesional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri.
"Kami ingin menjadikan Politeknik Narmada sebagai kampus vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Pembelajaran akan dirancang berbasis praktik, inovasi, dan kolaborasi sehingga lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja maupun menjadi wirausahawan," katanya.
Dengan telah diterbitkannya SK operasional, Politeknik Narmada resmi menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Jazuli optimistis kehadiran kampus tersebut akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB.
"Kehadiran Politeknik Narmada diharapkan memperkuat kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat, khususnya pada sektor ekonomi digital, perdagangan, logistik, pariwisata, industri kreatif, dan kewirausahaan," tutur Jazuli.
Selain memperluas pilihan pendidikan tinggi di NTB, berdirinya Politeknik Narmada juga diharapkan mampu mendukung program pemerintah dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi serta menghasilkan lulusan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri nasional.
Keberadaan program studi yang berfokus pada ekonomi digital, perdagangan modern, dan logistik dinilai sejalan dengan pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM, perdagangan elektronik, dan distribusi barang yang terus berkembang di Nusa Tenggara Barat.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
