LOMBOK, iNewsLombok.id - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai sejumlah dinamika yang muncul selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 merupakan hal yang lazim terjadi dalam kompetisi olahraga. Namun, perhatian utama justru diarahkan pada sikap sebagian suporter yang dinilai belum mampu menyikapi pertandingan secara dewasa.
Ketua Umum KONI NTB, Mori Hanafi, mengatakan persaingan antaratlet yang berlangsung di arena pertandingan berjalan dengan semangat kompetitif. Menurutnya, persoalan justru muncul dari sebagian pendukung yang menunjukkan sikap berlebihan saat memberikan dukungan kepada atlet.
"Fenomena saat ini menunjukkan bahwa pendukung terkadang bersikap lebih agresif dibandingkan para atlet yang bertanding," ujar Mori.
Ia menegaskan, insiden yang sempat terjadi tidak boleh menghapus keberhasilan penyelenggaraan Porprov NTB yang telah mempertandingkan ratusan nomor dan berlangsung dengan aman serta lancar.
Sebagai contoh, pada cabang olahraga pencak silat terdapat 25 nomor pertandingan yang memperebutkan medali emas dengan sekitar 75 pertandingan. Dari seluruh rangkaian tersebut, hanya satu insiden yang menjadi perhatian publik.
Hal serupa juga terjadi pada cabang olahraga balap sepeda BMX. Kericuhan hanya terjadi saat babak penyisihan dan tidak berdampak terhadap kelancaran pertandingan pada fase semifinal maupun final.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
