Iran Bantah Klaim Trump soal Diplomasi, Sebut Tak Ada Negosiasi

iNews.id/Purnawarman
Tentara Iran. (Foto: Istimewa)

TEHERAN, iNewsLombok.id - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah tawaran damai dari Donald Trump mendapat respons dingin dari Teheran. Pemerintah Iran menilai ajakan negosiasi tersebut tidak lebih dari sekadar strategi politik, bukan upaya tulus untuk mengakhiri konflik.

Laporan dari Axios menyebutkan bahwa Iran telah menyampaikan kepada sejumlah negara mediator bahwa tawaran dialog dari Washington patut diragukan. Sikap ini muncul seiring meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Iran Ragukan Niat Damai AS

Menurut sumber diplomatik, Teheran melihat langkah militer AS yang terus diperkuat justru bertolak belakang dengan wacana perdamaian.

Pemerintah Iran bahkan telah menginformasikan negara-negara seperti Pakistan, Mesir, dan Turki bahwa tawaran negosiasi kemungkinan hanya taktik untuk meredakan tekanan internasional.

Kecurigaan ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, upaya negosiasi antara kedua negara telah berulang kali gagal, termasuk pada Juni 2025 dan konflik lanjutan yang pecah pada 2026.

Rekam Jejak Negosiasi yang Gagal

Program nuklir Iran menjadi titik utama perselisihan antara kedua negara. Sejumlah perundingan sebelumnya tidak menghasilkan kesepakatan permanen, bahkan berujung pada eskalasi konflik.

Kegagalan tersebut memperkuat pandangan Iran bahwa komitmen Washington tidak konsisten dan sulit dipercaya dalam jangka panjang.

Trump Klaim Diplomasi Berjalan

Di sisi lain, Trump tetap menyatakan bahwa jalur diplomasi masih terbuka dan sedang berlangsung. Ia menyebut sejumlah pejabat tinggi Amerika terlibat dalam proses tersebut, termasuk Marco Rubio dan JD Vance.

Trump juga mengklaim adanya perkembangan positif dalam pembicaraan terbaru.

Iran Bantah Keras Klaim Negosiasi

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi antara Iran dan Amerika Serikat.

Ghalibaf bahkan menilai klaim Trump sebagai upaya untuk menenangkan pasar global yang tengah terguncang akibat konflik berkepanjangan.

Dampak Global Konflik AS-Iran

Konflik AS-Iran berpengaruh besar terhadap harga minyak dunia, yang cenderung naik saat ketegangan meningkat.

Kawasan Timur Tengah menjadi lebih tidak stabil, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% distribusi minyak global.

Investor global cenderung bersikap hati-hati, memicu volatilitas di pasar saham dan mata uang.

Organisasi internasional seperti PBB terus mendorong kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan guna mencegah konflik terbuka yang lebih luas.

Situasi terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan Iran masih berada dalam fase penuh ketidakpercayaan. Perbedaan persepsi terkait tawaran damai membuat peluang tercapainya kesepakatan semakin kecil dalam waktu dekat.

Jika tidak ada terobosan diplomasi yang nyata, konflik ini berpotensi terus berlanjut dan memberi dampak luas, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga stabilitas global.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network