Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ancam Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei ke Israel-AS

iNews.id/Purnawarman
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Foto: istimewa)

TEHERAN, iNewsLombok.id – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia berjanji akan membalas Amerika Serikat dan Israel yang dituding bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/3/2026), Pezeshkian menyebut kematian Khamenei sebagai kejahatan besar yang tidak akan dibiarkan tanpa respons tegas.

“Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah murni pemimpin berpangkat tinggi ini (Khamenei) akan mengalir seperti mata air yang deras dan akan memberantas penindasan dan kejahatan Amerika-Zionis,” kata Pezeshkian.

Ia juga memastikan bahwa pihak yang dianggap bertanggung jawab akan menerima konsekuensi berat.

“Kali ini juga, dengan segenap kekuatan dan tekad kami, dengan dukungan bangsa Islam dan rakyat bebas di dunia, kami akan membuat para pelaku dan komandan kejahatan besar ini menyesalinya,” tuturnya.

IRGC Ancam Serangan Besar ke Israel dan Pangkalan AS

Tak lama setelah kabar kematian Khamenei beredar, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras. Mereka menyebut akan melancarkan serangan paling ganas terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat.

"Dalam beberapa saat lagi," kata IRGC.

Ancaman tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran eskalasi konflik berskala luas.

Iran Tetapkan Masa Berkabung Nasional

Pemerintah Iran resmi menetapkan 40 hari masa berkabung nasional atas wafatnya Khamenei. Selain itu, tujuh hari libur nasional diberlakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengenang sosok yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade tersebut.

Dilansir dari Associated Press, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Khamenei berada di kompleks kediamannya di pusat Kota Teheran saat serangan awal terjadi. Citra satelit dari perusahaan dirgantara Airbus menunjukkan area tersebut mengalami kerusakan berat akibat pemboman.

Pengumuman resmi kematian Khamenei disampaikan melalui siaran televisi nasional dengan narasi yang menggambarkan sang pemimpin sebagai simbol perlawanan terhadap kekuatan global.

“Kepada rakyat Iran yang mulia dan bangga: Dengan duka cita yang mendalam, kami ingin memberitahukan kepada Anda bahwa setelah serangan biadab oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang jahat, teladan sejati iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi, Ayatollah Agung Khamenei, telah berpulang dengan syahid,” kata pembawa acara membacakan pengumuman kematian Khamenei.

Dampak Geopolitik dan Potensi Eskalasi Konflik

Kematian Khamenei berpotensi menjadi titik balik besar dalam politik Iran dan dinamika kawasan Timur Tengah. Pengamat internasional menilai, respons Iran terhadap dugaan keterlibatan AS dan Israel bisa memicu konflik regional yang lebih luas.

Selain itu, transisi kepemimpinan di Iran diperkirakan akan berlangsung cepat melalui mekanisme Majelis Ahli (Assembly of Experts), lembaga yang berwenang menunjuk Pemimpin Tertinggi baru sesuai konstitusi Republik Islam Iran.

Situasi ini juga berdampak pada pasar energi global, mengingat Iran merupakan salah satu produsen minyak utama dunia dan memiliki pengaruh strategis di Selat Hormuz.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network