LOMBOK, iNewsLombok.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan warga negara asing (WNA) mengamuk di kawasan Gili Trawangan, Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam pertama Ramadan 2026, saat warga setempat menggelar tadarus Al-Qur’an menggunakan pengeras suara di musala. Dalam video yang beredar, WNA tersebut terlihat berteriak di depan tempat ibadah ketika warga sedang mengaji. Aksi itu langsung memicu beragam reaksi dari masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Imbauan MUI: Tahan Diri dan Kedepankan Kebijaksanaan
Menanggapi insiden tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekejen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan mengingatkan semua pihak agar tetap menjaga emosi, terutama di bulan suci Ramadan.
"Semua pihak harus menahan diri (imsak) terutama orang yang sedang puasa. Dampaknya juga kepada lingkungan sebaiknya menahan diri jangan emosi atau mengamuk, karena bisa disampaikan dengan cara arif dan bijaksana," kata Amirsyah dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kesabaran dan mempererat harmoni sosial. Dia juga menekankan bahwa kegiatan tadarus sebagai syiar Islam tetap perlu memperhatikan ketertiban dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
