Basarnas Evakuasi Pembalap Moto2 dari Sirkuit Mandalika ke RSUD NTB dengan Helikopter
Untuk penerbangan kembali, Basarnas menggunakan helikopter Dauphin HR-3604.
"Setelah selesai menerima perawatan medis di RSUD Provinsi NTB, pembalap tersebut kemudian diterbangkan kembali menuju Sirkuit Mandalika menggunakan helikopter Basarnas lainnya, yakni jenis Dauphin HR-3604," katanya.
Basarnas tidak menyebutkan identitas pembalap tersebut dalam keterangan resminya. Pembalap hanya disebut sebagai rider Moto2 asal Spanyol yang mengalami insiden pada sesi Q1.
Evakuasi tersebut menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan darurat yang disiapkan Basarnas selama penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026.
Basarnas menyiagakan dua helikopter jenis AS 365 N3+ Dauphin, yakni HR-3601 dan HR-3604, untuk mendukung kebutuhan Evakuasi Medis Udara maupun penanganan kedaruratan selama rangkaian balapan berlangsung.
Sebelum digunakan dalam pengamanan MotoGP, kedua helikopter tersebut telah menjalani pengecekan jalur penerbangan dan titik pendaratan. Pada Rabu (7/10/2026), HR-3601 dan HR-3604 melakukan pemeriksaan rute antara RSUD Provinsi NTB dan Sirkuit Mandalika.
HR-3601 tercatat mendarat di helipad RSUD Provinsi NTB pada pukul 13.17 WITA, sedangkan HR-3604 tiba sekitar pukul 13.22 WITA. Setelah pengecekan, kedua helikopter melanjutkan penerbangan dan tiba di helipad Sirkuit Mandalika sekitar pukul 13.42 WITA.
Kepala Kantor SAR Mataram sebelumnya menjelaskan bahwa armada tersebut disiapkan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kecelakaan atau kondisi darurat yang membutuhkan pemindahan pasien melalui jalur udara.
"Kami menyiagakan dua unit helikopter beserta kru dan tim medis untuk memastikan respons cepat jika terjadi insiden darurat yang membutuhkan Evakuasi Medis Udara (EMU)," katanya.
Kesiapan tersebut menjadi penting mengingat MotoGP Indonesia 2026 berlangsung pada 9–11 Oktober di Sirkuit Mandalika. Evakuasi pembalap Moto2 pada Sabtu menunjukkan bagaimana jalur medis udara yang telah dipersiapkan dapat langsung digunakan ketika terjadi insiden yang membutuhkan penanganan rumah sakit.
Dengan dukungan helikopter, tim medis sirkuit, RSUD Provinsi NTB, dan personel SAR, proses pemindahan pembalap dari lintasan menuju fasilitas kesehatan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat.
Editor: Purnawarman