Walikota Mataram Mohan Pede Rebut Kursi Ketua KONI NTB, Kantongi Dukungan 6 KONI Daerah dan 33 Cabor
Laporan terbaru menyebutkan seluruh persyaratan pendaftaran Mohan telah dipenuhi dan menjalani pemeriksaan awal oleh TPP. Tahapan berikutnya tinggal menunggu proses verifikasi dan keputusan panitia terkait kelengkapan persyaratan calon.
Mohan mengatakan pencalonannya tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan posisi ketua, tetapi juga keinginan untuk melakukan pembenahan terhadap olahraga NTB.
"Kita tahu dinamika olahraga di NTB. Kita ingin terus memperbaiki agar lebih baik kedepan, termasuk persiapan PON 2028," terangnya.
Mohan menilai pembenahan organisasi menjadi penting karena NTB menghadapi agenda besar olahraga nasional, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan digelar bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jika mendapat mandat memimpin KONI NTB, pembenahan manajemen dan tata kelola pembinaan atlet menjadi salah satu agenda yang akan mendapat perhatian. Penguatan kelembagaan dinilai penting untuk memastikan program pembinaan olahraga prestasi berjalan lebih terarah.
Persaingan Ketua KONI NTB periode 2026–2030 kembali bergulir setelah Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang dibentuk Tim Caretaker membuka kembali pendaftaran bakal calon. Pengambilan formulir berlangsung 6–7 Oktober 2026, sedangkan pengembalian berkas dilakukan pada 8 Oktober.
Mohan bukan satu-satunya nama yang masuk dalam bursa. Mori Hanafi juga kembali mendaftarkan diri pada hari yang sama melalui tim pemenangannya. Mori sebelumnya memimpin KONI NTB periode 2022–2026.
Di tengah kontestasi tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebelumnya mengingatkan agar proses transisi kepemimpinan KONI berlangsung damai dan sportif. Ia menilai persiapan PON 2028 membutuhkan soliditas seluruh pemangku kepentingan olahraga NTB.
Dengan masuknya Mohan dan Mori dalam proses penjaringan, persaingan menuju kursi Ketua Umum KONI NTB periode 2026–2030 semakin menarik. Selanjutnya, seluruh dukungan dan dokumen pencalonan akan menjadi bagian dari proses verifikasi sebelum tahapan pemilihan dilanjutkan.
Editor: Purnawarman