Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gagal Maju, Gubernur Iqbal Kini Dukung Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB
Advertisement . Scroll to see content

Walikota Mataram Mohan Pede Rebut Kursi Ketua KONI NTB, Kantongi Dukungan 6 KONI Daerah dan 33 Cabor

Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:29 WIB
  • author Purnawarman
Walikota Mataram Mohan Pede Rebut Kursi Ketua KONI NTB, Kantongi Dukungan 6 KONI Daerah dan 33 Cabor
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyerahkan berkas pencalonan sebagai Ketua Umum KONI NTB periode 2026–2030 kepada TPP, Kamis (8/10/2026). (Foto: iNewsLombok.id/Purnawarman)

LOMBOK, iNewsLombok.id — Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana optimistis memenangkan perebutan kursi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030.

Mohan menyampaikan keyakinan tersebut setelah resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum KONI NTB di Sekretariat KONI NTB, Kamis (8/10/2026).

Saat ditanya awak media mengenai peluangnya dalam kontestasi tersebut, Mohan mengaku tidak gentar menghadapi persaingan.

"Optimislah, Kita sudah biasa bertarung!," ungkapnya saat ditanya awak media.

Dalam pendaftaran tersebut, Mohan mengklaim telah mengantongi dukungan dari enam KONI kabupaten/kota dan 33 cabang olahraga (cabor).

"Akan bertambah, kita diberikan waktu pukul 10.00 wita malam," ungkapnya.

Dukungan enam KONI kabupaten/kota tersebut berasal dari KONI Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Bima, dan Kabupaten Sumbawa Barat. Berkas dukungan itu diserahkan bersamaan dengan dokumen pencalonannya.

Berkas Pendaftaran Diverifikasi

Mohan datang ke sekretariat KONI NTB bersama sejumlah pendukung dan menyerahkan dokumen pencalonan kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).

Laporan terbaru menyebutkan seluruh persyaratan pendaftaran Mohan telah dipenuhi dan menjalani pemeriksaan awal oleh TPP. Tahapan berikutnya tinggal menunggu proses verifikasi dan keputusan panitia terkait kelengkapan persyaratan calon.

Mohan mengatakan pencalonannya tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan posisi ketua, tetapi juga keinginan untuk melakukan pembenahan terhadap olahraga NTB.

"Kita tahu dinamika olahraga di NTB. Kita ingin terus memperbaiki agar lebih baik kedepan, termasuk persiapan PON 2028," terangnya.

Fokus Pembinaan dan PON 2028

Mohan menilai pembenahan organisasi menjadi penting karena NTB menghadapi agenda besar olahraga nasional, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan digelar bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jika mendapat mandat memimpin KONI NTB, pembenahan manajemen dan tata kelola pembinaan atlet menjadi salah satu agenda yang akan mendapat perhatian. Penguatan kelembagaan dinilai penting untuk memastikan program pembinaan olahraga prestasi berjalan lebih terarah.

Persaingan Ketua KONI NTB periode 2026–2030 kembali bergulir setelah Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang dibentuk Tim Caretaker membuka kembali pendaftaran bakal calon. Pengambilan formulir berlangsung 6–7 Oktober 2026, sedangkan pengembalian berkas dilakukan pada 8 Oktober.

Mohan bukan satu-satunya nama yang masuk dalam bursa. Mori Hanafi juga kembali mendaftarkan diri pada hari yang sama melalui tim pemenangannya. Mori sebelumnya memimpin KONI NTB periode 2022–2026.

Di tengah kontestasi tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebelumnya mengingatkan agar proses transisi kepemimpinan KONI berlangsung damai dan sportif. Ia menilai persiapan PON 2028 membutuhkan soliditas seluruh pemangku kepentingan olahraga NTB.

Dengan masuknya Mohan dan Mori dalam proses penjaringan, persaingan menuju kursi Ketua Umum KONI NTB periode 2026–2030 semakin menarik. Selanjutnya, seluruh dukungan dan dokumen pencalonan akan menjadi bagian dari proses verifikasi sebelum tahapan pemilihan dilanjutkan.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut