Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 4 Korban Kapal KMP Putri Yasmin Terbakar Belum Ditemukan, Tim SAR Sisir Perairan Selatan Bali
Advertisement . Scroll to see content

Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, 5 Jurnalis dan 3 Orang dalam Speedboat Dicari

Rabu, 09 September 2026 | 07:42 WIB
  • author iNews.id
Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, 5 Jurnalis dan 3 Orang dalam Speedboat Dicari
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Foto: Istimewa)

BANTEN, iNewsLombok.id Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap jurnalis iNews, Yudistiro Pranoto, dan tujuh orang lainnya yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Operasi pencarian sebelumnya sempat dihentikan pada Selasa malam karena kondisi perairan tidak mendukung. Gelombang tinggi, angin kencang, kondisi mulai gelap, serta jarak pandang terbatas menjadi kendala bagi tim penyelamat.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, kepolisian bersama Basarnas dan unsur penanggulangan bencana telah dikerahkan untuk mencari keberadaan rombongan tersebut.

"Sudah mulai melakukan pencarian dari Polair kita bersama Basarnas, sama tim terpadu dari penanggulangan bencana, semua sudah membantu mencari itu," kata Hengki dalam keterangannya dikutip, Rabu (9/9/2026).

Menurut Hengki, operasi sempat dihentikan sementara karena kondisi perairan dinilai membahayakan keselamatan personel. Pencarian kemudian dijadwalkan kembali dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan tim di lapangan.

"Tim juga sudah terpadu dari Basarnas maupun dari Polair, tadi sudah mencari, tapi belum dapat karena dihentikan oleh cuaca gelap, sudah malam hari, menjelang malam hari maupun ombaknya agak besar, angin, dan ada angin kencang," tuturnya.

Hengki memastikan pencarian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur.

"Terpadu dengan tim Basarnas, Polair, Polda, semua bahu-membahu untuk mencari keberadaan mereka," ucapnya.

Ia juga meminta setiap informasi yang berkaitan dengan keberadaan rombongan segera dikoordinasikan kepada tim di lapangan agar pencarian dilakukan berdasarkan informasi yang terverifikasi.

Pencarian Gunakan Kapal Basarnas

Direktur Polairud Polda Banten Kombes Eko Hartanto mengatakan operasi pencarian akan kembali dilakukan pada Rabu (9/9/2026) pagi dengan melibatkan kapal Basarnas dan unsur terkait.

Salah satu armada yang disiapkan adalah kapal Basarnas dengan panjang sekitar 40 meter. Kapal tersebut dinilai lebih memadai untuk melakukan penyisiran di area perairan yang cukup luas.

"Kalau itu, mumpuni untuk melakukan pencarian dan radius," kata Eko.

Pada pencarian sebelumnya, tim gabungan telah menyisir wilayah hingga sekitar delapan mil dari Pantai Carita. Namun, kondisi di lapangan menjadi tantangan karena jarak pandang hanya sekitar satu mil, ditambah gelombang tinggi dan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Jarak pandang satu mil saja. Ada erupsi, gelombang juga tinggi," ujarnya.

Delapan Orang Berada di Dalam Kapal

Berdasarkan data pencarian yang dihimpun dari tim SAR, terdapat delapan orang di dalam speedboat yang hilang kontak. Mereka terdiri atas lima jurnalis, satu nakhoda, satu anak buah kapal (ABK), dan satu pemandu.

Kelima jurnalis tersebut adalah Yudistiro Pranoto dari iNews, M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Tiga orang lainnya adalah Warta sebagai nakhoda, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik.

Dalam perkembangan operasi SAR, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengerahkan sejumlah sarana, termasuk KN SAR Tetuka, satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), drone thermal, serta perlengkapan pencarian dan penyelamatan lainnya. Unsur Polairud, TNI AL, pemerintah daerah, serta sejumlah elemen lainnya turut dilibatkan.

Kontak Terakhir Rombongan

Informasi mengenai hilangnya rombongan mulai ditindaklanjuti setelah kapal tersebut tidak lagi dapat dihubungi.

Komunikasi terakhir dengan salah satu jurnalis diketahui terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelum itu, salah satu anggota rombongan juga sempat membagikan lokasi kepada rekannya.

Data pencarian yang dihimpun dari laporan SAR menyebutkan, laporan mengenai kapal yang hilang kontak diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB. Setelah menerima laporan, Unit Siaga SAR Pandeglang bergerak melakukan pencarian dan mengerahkan RIB. KN SAR Tetuka kemudian diberangkatkan untuk memperluas penyisiran.

Pada pencarian hari pertama, tim menyisir sejumlah wilayah di sekitar Pulau Rakata, Pulau Panjang, Pulau Sebesi, dan kawasan Gunung Anak Krakatau. Namun, hingga operasi dihentikan sementara, keberadaan delapan orang maupun speedboat yang mereka gunakan belum ditemukan.

Erupsi Anak Krakatau Jadi Tantangan Pencarian

Pencarian berlangsung di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut membuat tim SAR harus memperhitungkan keselamatan personel ketika mendekati kawasan gunung api dan perairan di sekitarnya.

Selain operasi SAR, pemerintah juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 1.279 personel gabungan disiagakan, terdiri atas 1.012 personel Kodam I/Bukit Barisan, 160 personel Polri, dan 107 personel dari instansi lainnya. Sebanyak 1.050 personel cadangan juga disiapkan apabila diperlukan.

Untuk mendukung operasi penanganan bencana, sejumlah peralatan juga disiapkan, antara lain 31 truk, delapan ambulans, satu mobil komando, 11 kendaraan pemadam kebakaran, serta berbagai perlengkapan komunikasi dan penunjang lainnya. Tiga unit drone juga disiapkan untuk mendukung pemantauan.

Pencarian Dilanjutkan

Tim SAR gabungan memastikan pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut terus dilakukan. Fokus operasi diarahkan pada wilayah yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran rombongan serta titik terakhir keberadaan kapal berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun.

Kondisi cuaca, gelombang, jarak pandang, serta aktivitas vulkanik menjadi faktor yang terus diperhitungkan selama operasi berlangsung.

Hingga Rabu (9/9/2026), belum ada informasi resmi mengenai keberadaan Yudistiro Pranoto, empat jurnalis lainnya, maupun tiga orang kru dan pemandu yang berada dalam speedboat tersebut. Tim SAR masih melakukan penyisiran dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk menemukan rombongan.

Editor: Purnawarman

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut