IHSG Menguat 0,39 Persen ke 6.625, Pasar Nantikan Pelantikan Destry Damayanti
Sebaliknya, Singaraja Putra (SINI) menjadi saham dengan pelemahan terdalam atau top losers setelah terkoreksi 5,20 persen.
Merdeka Gold Resources (EMAS) menyusul dengan penurunan 3,98 persen, sedangkan Kusuma Kemindo Sentosa (KKES) melemah 3,33 persen.
Penguatan IHSG juga tercermin dari kinerja mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sektor energi tercatat naik 0,59 persen, sedangkan sektor barang konsumen primer atau non-siklikal menguat 0,20 persen. Sektor barang konsumen non-primer atau siklikal menjadi salah satu sektor yang mencatat kenaikan cukup tinggi, yakni 0,80 persen.
Sektor keuangan juga berada di zona hijau dengan penguatan 0,73 persen.
Sementara itu, sektor infrastruktur naik 0,41 persen, sektor properti bertambah 0,11 persen, dan sektor transportasi menguat 0,38 persen.
Sektor teknologi mencatat kenaikan 0,75 persen, sedangkan sektor kesehatan naik 0,33 persen.
Namun, tidak seluruh sektor bergerak positif. Sektor bahan baku terkoreksi 0,20 persen, sementara sektor industri melemah 0,14 persen.
Pergerakan IHSG pada Rabu ini berlangsung bersamaan dengan momentum pergantian kepemimpinan Bank Indonesia.
Destry Damayanti sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Setelah memperoleh persetujuan DPR RI, ia dijadwalkan menjalani prosesi pengucapan sumpah sebagai Gubernur BI untuk periode 2026-2031.
Pelantikan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena kebijakan bank sentral memiliki pengaruh terhadap berbagai indikator ekonomi dan pasar keuangan, termasuk suku bunga, nilai tukar rupiah, likuiditas, serta stabilitas sistem keuangan.
Pasar juga akan mencermati arah kebijakan moneter BI di bawah kepemimpinan baru, terutama dalam menghadapi dinamika perekonomian global, pergerakan rupiah, inflasi, dan kondisi pasar keuangan domestik.
Dengan IHSG yang dibuka menguat, investor masih menunjukkan sentimen positif pada awal perdagangan. Namun, arah indeks hingga penutupan perdagangan tetap akan dipengaruhi perkembangan saham-saham berkapitalisasi besar serta sentimen domestik dan global.
Editor: Purnawarman