89 Bangunan di Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Tangani Korban
LOMBOK, iNewsLombok.id - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda kawasan Rumah Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Sehari setelah kejadian, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri bersama jajaran Forkopimda turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi warga sekaligus memastikan penanganan pascakebakaran berjalan.
Rapat koordinasi digelar di Kantor Desa Rambitan, Minggu (23/8). Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah memetakan sejumlah kebutuhan mendesak warga, termasuk lokasi pengungsian, pemenuhan logistik, pelayanan kesehatan, hingga pendampingan psikologis bagi anak-anak terdampak.
“Logistik sementara akan dilakukan di Kopdes Desa Rambitan," katanya.
Pemkab Lombok Tengah juga menyiapkan tenda pengungsian serta lokasi penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Sebagian warga juga diarahkan untuk tinggal sementara di fasilitas yang telah disiapkan pemerintah maupun bersama keluarga.
Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, dampak kebakaran mencapai 320 jiwa atau 120 kepala keluarga. Sebanyak 89 bangunan dilaporkan ludes terbakar, sementara sejumlah bangunan lainnya mengalami kerusakan akibat kebakaran. Fasilitas umum seperti masjid, museum, lapak UMKM dan fasilitas lainnya.
Selain penanganan kebutuhan dasar, tim kesehatan diterjunkan untuk memeriksa kondisi warga. Pemerintah juga menyiapkan trauma healing, terutama bagi anak-anak yang mengalami dampak psikologis akibat peristiwa tersebut.
“Yang kita pikirkan hari ini tentang bagaimana menangani dampak dalam waktu dekat, trauma healing anak-anak yang bersekolah. Kemudian kebutuhan akan makan pada saat hari ini dan tiga hari ke depan, menjaga kesehatan,” katanya.
Pathul mengatakan pemerintah juga berencana melakukan pembenahan akses jalan di kawasan tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan mobilisasi warga maupun kendaraan penanganan darurat apabila terjadi kondisi serupa di kemudian hari.
Kebakaran kampung adat Sade diketahui terjadi pada Sabtu malam. Material bangunan tradisional yang banyak menggunakan kayu, bambu dan atap ilalang membuat api cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Kondisi permukiman yang padat juga menjadi tantangan bagi petugas dalam proses pemadaman.
Petugas pemadam kebakaran dari Lombok Tengah mendapat dukungan armada dari Lombok Timur, Lombok Barat, Kota Mataram dan Pemerintah Provinsi NTB untuk mengendalikan api.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan untuk mencari petunjuk terkait sumber api.
“Belum kita ketahui, karena masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian," ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam musibah tersebut. Pemerintah kini memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga sebelum masuk ke tahap penataan serta pemulihan kampung adat Sade.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga mulai menyiapkan evaluasi terhadap tata ruang permukiman, akses keadaan darurat dan penggunaan material bangunan dengan tetap mempertahankan nilai adat serta budaya masyarakat Sade.
Editor: Purnawarman