get app
inews
Aa Text
Read Next : Kunjungan ke Lombok, Menkomdigi Meutya Tekankan Perlindungan Anak di Internet

Operasi SAR KMP Putri Yasmin Terbakar Resmi Ditutup, Empat Korban Masih Hilang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:30 WIB
header img
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok. Setelah delapan hari, operasi resmi ditutup dan empat korban masih hilang. (Foto: iNewsLombok.id)

Pencarian Diperluas hingga Perairan Selatan Jawa

Selama delapan hari, operasi SAR dilakukan secara intensif dengan melibatkan unsur pencarian udara, laut, dan darat. Wilayah penyisiran tidak hanya berfokus di sekitar lokasi awal kejadian di Selat Lombok, tetapi diperluas ke perairan Bali hingga wilayah selatan Pulau Jawa.

Pada sektor udara, pencarian melibatkan Helikopter Finns SGi Air Bali, pesawat CASSA NC212-200 (U-6215) milik TNI Angkatan Laut, serta drone thermal.

Sementara di laut, sejumlah unsur dikerahkan, mulai dari kapal SAR, kapal TNI AL, kapal penumpang, kapal yacht, RBB hingga RIB. Tim juga menyisir kawasan pesisir dan memberikan informasi kepada nelayan serta masyarakat yang tinggal di sepanjang garis pantai.

Penyebaran informasi kepada kapal-kapal yang melintas juga dilakukan melalui Vessel Traffic Service (VTS) Lembar untuk memperluas kemungkinan ditemukannya korban.

Sebelumnya, pada hari keempat operasi, Tim SAR membagi pencarian ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Penyisiran dilakukan di wilayah laut sekaligus pesisir, termasuk arah selatan Nusa Penida dan kawasan Sekotong, Lombok Barat.

Kepala Kantor SAR Mataram sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi, mengatakan seluruh kemampuan dan peralatan utama telah dioptimalkan selama proses pencarian.

"Selama delapan hari, Tim SAR Gabungan telah berjuang secara maksimal baik dari udara, laut, maupun darat. Area pencarian telah diperluas mencakup perairan Lombok, Bali, hingga Jawa. Namun hingga Rabu (19/8) sore, hasilnya masih nihil dan keberadaan empat korban belum ditemukan," ujar Hariyadi.

Operasi Ditutup, Pemantauan Tetap Berlanjut

Hariyadi menjelaskan, penghentian operasi SAR dilakukan sesuai ketentuan setelah seluruh upaya pencarian dioptimalkan. Namun, keputusan tersebut tidak berarti pencarian terhadap informasi mengenai empat korban berhenti sepenuhnya.

"Sesuai regulasi, operasi SAR resmi kami tutup. Namun, penutupan ini bukan berarti pemantauan dihentikan. Kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan seluruh potensi SAR serta masyarakat nelayan. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi baru mengenai keberadaan korban, operasi SAR akan langsung kami buka kembali," tegas Hariyadi.

Dengan berakhirnya operasi resmi, seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan kepada kesatuan dan instansi masing-masing.

Kantor SAR Mataram menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi dan pencarian, termasuk unsur SAR, TNI, Polri, instansi pelabuhan, tenaga kesehatan, operator kapal, serta masyarakat dan nelayan yang turut membantu penyebaran informasi.

Insiden tersebut menjadi salah satu operasi pencarian laut yang melibatkan cakupan wilayah cukup luas. Sebelumnya, pencarian juga dilakukan menggunakan kapal dan helikopter dengan area penyisiran puluhan hingga ratusan nautical mile persegi.

Pada pencarian hari ketiga, misalnya, helikopter SGi Air Bali menyisir area sekitar 100 nautical mile persegi, sementara kapal pencari melakukan penyisiran di sejumlah sektor laut.

Empat korban yang masih dinyatakan hilang: Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, dan Slamet Yulianto. Keempatnya sebelumnya dilaporkan berdomisili di Mataram dan Bali, serta tidak ada yang berstatus warga negara asing.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut