Operasi SAR KMP Putri Yasmin Terbakar Resmi Ditutup, Empat Korban Masih Hilang
LOMBOK, iNewsLombok.id – Operasi pencarian korban insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok resmi dihentikan pada Rabu (19/8/2026). Penutupan dilakukan setelah Tim SAR gabungan menjalankan operasi selama delapan hari, termasuk perpanjangan pencarian selama satu hari.
Meski operasi resmi berakhir, Kantor SAR Mataram memastikan pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan empat korban yang masih belum ditemukan tetap dilakukan.
Selama operasi berlangsung, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 212 orang. Dari jumlah tersebut, 211 orang ditemukan dalam keadaan selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia. Hingga pencarian ditutup, empat orang masih dinyatakan hilang.
Data empat korban yang masih dicari sebelumnya dikoreksi dari lima menjadi empat orang. Salah satu nama yang sempat tercatat dalam manifes ternyata tidak ikut berlayar menggunakan KMP Putri Yasmin. Ratu Agung Sekar Ayu diketahui berangkat lebih awal menggunakan KMP Surya 777 pada 9 Agustus dan telah kembali ke rumah dalam kondisi selamat.
Insiden KMP Putri Yasmin sendiri terjadi pada Rabu (12/8/2026) dini hari ketika kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Laporan darurat diterima Kantor SAR Mataram sekitar pukul 04.39 WITA setelah kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.15 WITA.
Pada awal proses evakuasi, sebanyak 172 orang berhasil diselamatkan dan satu orang meninggal dunia. Jumlah korban yang berhasil dievakuasi kemudian bertambah menjadi 212 orang setelah KMP Pratama Kalyani mengevakuasi 39 orang dan membawa mereka menuju Pelabuhan Lembar.
Selama delapan hari, operasi SAR dilakukan secara intensif dengan melibatkan unsur pencarian udara, laut, dan darat. Wilayah penyisiran tidak hanya berfokus di sekitar lokasi awal kejadian di Selat Lombok, tetapi diperluas ke perairan Bali hingga wilayah selatan Pulau Jawa.
Pada sektor udara, pencarian melibatkan Helikopter Finns SGi Air Bali, pesawat CASSA NC212-200 (U-6215) milik TNI Angkatan Laut, serta drone thermal.
Sementara di laut, sejumlah unsur dikerahkan, mulai dari kapal SAR, kapal TNI AL, kapal penumpang, kapal yacht, RBB hingga RIB. Tim juga menyisir kawasan pesisir dan memberikan informasi kepada nelayan serta masyarakat yang tinggal di sepanjang garis pantai.
Penyebaran informasi kepada kapal-kapal yang melintas juga dilakukan melalui Vessel Traffic Service (VTS) Lembar untuk memperluas kemungkinan ditemukannya korban.
Sebelumnya, pada hari keempat operasi, Tim SAR membagi pencarian ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Penyisiran dilakukan di wilayah laut sekaligus pesisir, termasuk arah selatan Nusa Penida dan kawasan Sekotong, Lombok Barat.
Kepala Kantor SAR Mataram sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi, mengatakan seluruh kemampuan dan peralatan utama telah dioptimalkan selama proses pencarian.
"Selama delapan hari, Tim SAR Gabungan telah berjuang secara maksimal baik dari udara, laut, maupun darat. Area pencarian telah diperluas mencakup perairan Lombok, Bali, hingga Jawa. Namun hingga Rabu (19/8) sore, hasilnya masih nihil dan keberadaan empat korban belum ditemukan," ujar Hariyadi.
Hariyadi menjelaskan, penghentian operasi SAR dilakukan sesuai ketentuan setelah seluruh upaya pencarian dioptimalkan. Namun, keputusan tersebut tidak berarti pencarian terhadap informasi mengenai empat korban berhenti sepenuhnya.
"Sesuai regulasi, operasi SAR resmi kami tutup. Namun, penutupan ini bukan berarti pemantauan dihentikan. Kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan seluruh potensi SAR serta masyarakat nelayan. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi baru mengenai keberadaan korban, operasi SAR akan langsung kami buka kembali," tegas Hariyadi.
Dengan berakhirnya operasi resmi, seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan kepada kesatuan dan instansi masing-masing.
Kantor SAR Mataram menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi dan pencarian, termasuk unsur SAR, TNI, Polri, instansi pelabuhan, tenaga kesehatan, operator kapal, serta masyarakat dan nelayan yang turut membantu penyebaran informasi.
Insiden tersebut menjadi salah satu operasi pencarian laut yang melibatkan cakupan wilayah cukup luas. Sebelumnya, pencarian juga dilakukan menggunakan kapal dan helikopter dengan area penyisiran puluhan hingga ratusan nautical mile persegi.
Pada pencarian hari ketiga, misalnya, helikopter SGi Air Bali menyisir area sekitar 100 nautical mile persegi, sementara kapal pencari melakukan penyisiran di sejumlah sektor laut.
Empat korban yang masih dinyatakan hilang: Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, dan Slamet Yulianto. Keempatnya sebelumnya dilaporkan berdomisili di Mataram dan Bali, serta tidak ada yang berstatus warga negara asing.
Editor : Purnawarman