get app
inews
Aa Text
Read Next : Karhutla Gunung Rinjani di Sembalun, 30 Hektare Lahan Terdampak

Mentan Amran Gelontorkan Rp55,65 Miliar untuk Swasembada Bawang Putih di Lombok Timur

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:37 WIB
header img
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri penanaman bawang putih serentak di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (19/8/2026), sebagai langkah percepatan swasembada bawang putih nasional. (Foto: iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Pemerintah pusat memperkuat langkah menuju swasembada bawang putih dengan menggelontorkan bantuan senilai Rp55,65 miliar untuk Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dana tersebut difokuskan untuk memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat sarana produksi petani di kawasan Sembalun yang dikenal sebagai sentra bawang putih nasional.

Bantuan itu diserahkan dalam kegiatan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi yang dipusatkan di Sembalun, Rabu (19/8/2026), sekaligus dirangkaikan dengan panen bawang putih dan peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus memperkuat produksi bawang putih, terutama melalui penyediaan benih berkualitas sebagai fondasi peningkatan hasil panen nasional.

“Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya, Kapolda seluruh Indonesia dalam dukungan untuk swasembada bawang putih. Benih kita upaya untuk mendukung produksi, kalau ketersediaan dalam negeri kurang kita upayakan impor,” kata Mentan Amran.

Kembangkan 658 Hektare Lahan

Kementerian Pertanian mengalokasikan Rp52,64 miliar untuk pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 hektare di Lombok Timur. Selain itu, petani juga menerima bantuan mekanisasi dan pengairan berupa: 15 unit irigasi perpompaan, 9 unit hand traktor, 17 unit pompa air.

Total nilai dukungan mencapai Rp55,65 miliar, yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus memperluas luas tanam bawang putih di NTB.

Sembalun sendiri merupakan salah satu kawasan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.000–1.200 meter di atas permukaan laut, kondisi agroklimat yang dinilai sangat ideal untuk menghasilkan bawang putih berkualitas tinggi.

Impor Masih Dominasi Kebutuhan Nasional

Saat ini, produksi bawang putih Indonesia baru berada pada kisaran 39–40 ribu ton per tahun. Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 600 ribu ton, sehingga sekitar 90–95 persen pasokan masih bergantung pada impor.

Kondisi itulah yang menjadi alasan pemerintah menjadikan pengembangan sentra produksi, termasuk di Lombok Timur, sebagai strategi utama mengurangi ketergantungan terhadap bawang putih dari luar negeri.

Penanaman serentak yang digelar di 17 provinsi mencakup potensi lahan seluas 2.593,1 hektare, melibatkan jajaran Polri, pemerintah daerah, serta kelompok tani sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Kapolri: Ini Tantangan Bersama

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kolaborasi Kementerian Pertanian dalam mendorong target swasembada pangan yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah dipimpin Bapak Mentan kita semakin hari bisa terus meningkatkan apa yang diharapkan atau diperintahkan Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada,” ujar Sigit.

Menurutnya, Indonesia telah mencatat kemajuan pada sejumlah komoditas pangan. Namun, bawang putih masih menjadi pekerjaan besar karena produksi nasional belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut,” katanya.

Titiek Soeharto Ingatkan Kejayaan 1994

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menilai Indonesia memiliki pengalaman historis sebagai negara swasembada bawang putih pada periode 1994–1995. Karena itu, ia optimistis target tersebut dapat dicapai kembali jika program dijalankan secara konsisten.

“Apresiasi juga kepada Mentan Amran dan jajaran yang bekerja keras sehingga kita bisa swasembada beras, swasembada jagung, swasembada telur, dan lainnya,” ujar Titiek.

Ia kemudian mengajukan refleksi mengenai kemampuan Indonesia mengembalikan kejayaan komoditas tersebut.

“Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada?” ujarnya.

Titiek menegaskan penanaman bawang putih tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendapatan yang layak.

Dengan dukungan anggaran, penyediaan benih, mekanisasi pertanian, serta penguatan infrastruktur irigasi, pemerintah menargetkan Lombok Timur menjadi salah satu motor utama kebangkitan produksi bawang putih nasional menuju swasembada secara bertahap dan berkelanjutan.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut