get app
inews
Aa Text
Read Next : Nasib 15 Atlet NTB di PON Papua Masih Dirumahkan, Ditengah Dorongan Gubernur Iqbal Pimpin KONI NTB

Musorprov KONI NTB: 2 Kandidat Mori vs Iqbal Berebut jadi Ketua, Cabor Diminta Bebas dari Intervensi

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:31 WIB
header img
Mori Hanafi (kanan) dan Lalu Muhamad Iqbal (kiri) resmi ikut kontestasi Ketua KONI NTB 2026–2030. (Foto: iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Persaingan menuju kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB periode 2026–2030 memasuki babak baru setelah Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon.

Kubu petahana Mori Hanafi menyambut langkah tersebut dengan apresiasi sekaligus menyerukan agar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) berlangsung damai, sportif, dan tanpa intervensi.

Ketua Tim Pemenangan Mori Hanafi, Karina De Vega, menilai masuknya dua kandidat dalam bursa pemilihan menjadi momentum bagi seluruh insan olahraga untuk menunjukkan kedewasaan berdemokrasi.

“Kami sangat mengapresiasi dan menghargai beliau sudah mendaftar sebagai calon Ketua KONI NTB 2026–2030,” kata Karina, Jumat (14/8/2026).

Karina berharap setelah proses pendaftaran rampung, tidak ada lagi manuver yang dapat memengaruhi pilihan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga maupun KONI kabupaten/kota sebagai pemilik hak suara.

Menurutnya, setiap cabor harus diberikan kebebasan menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak, pengalaman, dan penilaian objektif terhadap para kandidat.

“Biarlah semua berjalan dengan cara sportif. Tidak ada lagi telepon-telepon kepada cabor untuk memberikan dukungan ganda,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa apabila terdapat tekanan atau upaya memengaruhi dukungan cabor, hal itu diyakini bukan merupakan arahan langsung dari Gubernur NTB.

“Sebagai insan olahraga, tidak ada lain yang kita junjung selain sportivitas. Tidak ada intervensi,” ujarnya.

Cabor Diminta Memilih Sesuai Hati Nurani

Karina mengatakan Pengprov cabor memiliki legitimasi penuh sebagai pemilik suara sah dalam Musorprov. Karena itu, mereka seharusnya diberi ruang menentukan pemimpin KONI NTB tanpa tekanan dari pihak mana pun.

“Biar semua cabor bebas mengikuti hati nuraninya. Mereka bisa melihat apa yang mereka alami dalam perjalanan pembinaan olahraga. Pengprov cabor sebagai pemilik suara sah tentu bisa menimbang dengan bijak siapa yang layak mereka tunjuk menjadi pemimpin,” katanya.

Ia mengakui dinamika politik olahraga beberapa hari terakhir sempat menimbulkan keresahan. Menurutnya, semangat fair play harus dimulai sejak proses pemilihan, bukan hanya ketika atlet bertanding di arena.

“Kalau kita memulai suatu pertandingan dengan sudah tidak adanya sportivitas, saya pikir itu perlu dipertanyakan,” sindirnya.

Karina menambahkan, dengan resminya Lalu Muhamad Iqbal maju sebagai calon, seluruh proses selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) serta peserta Musorprov.

“Dengan beliau sudah maju, oke, kita serahkan kepada TPP, nanti kepada anggota cabor di Musyawarah Provinsi. Siapa yang akan dipilih, itu saja,” tandasnya.

Iqbal Fokus Sukseskan PON 2028

Sementara itu, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pencalonannya bukan dilandasi kepentingan politik, melainkan keinginan memperkuat pembinaan olahraga NTB menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar bersama di NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia berharap KONI NTB ke depan dikelola dengan semangat kolaborasi sehingga prestasi atlet daerah dapat terus meningkat, sekaligus menjadikan NTB sukses sebagai tuan rumah.

“Motivasi saya dan teman-teman semua sama, yaitu ingin menyukseskan PON 2028 dan memastikan prestasi atlet NTB terus meningkat. Kita harus menjadi tuan rumah yang baik dan berhasil secara prestasi," ungkapnya.

Musorprov KONI NTB 2026 akan menentukan kepengurusan baru periode 2026–2030. Forum ini diikuti oleh Pengprov cabang olahraga serta KONI kabupaten/kota yang memiliki hak suara untuk memilih ketua umum baru.

Ketua terpilih nantinya akan memimpin persiapan pembinaan atlet NTB menuju PON XXII 2028, ajang olahraga nasional pertama yang diselenggarakan bersama oleh dua provinsi, yakni NTB, NTT dan DKI Jakarta.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut