KONI Sumbawa Pilih Mori Hanafi Ketimbang Gubernur Iqbal Pimpin KONI NTB, Ada Alasan Kuat
Salah satu capaian yang disoroti adalah perjuangan menjadikan NTB sebagai bagian dari tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).
”Penunjukan NTB sebagai bagian dari tuan rumah PON 2028 bukan datang begitu saja. Ada proses, komunikasi, lobi dan perjuangan. Mori Hanafi adalah bagian dari sejarah perjuangan itu. Karena itu, kami tidak boleh melupakan sejarah,” kata Abdul Rafiq menyinggung kontribusi besar Mori Hanafi untuk KONI NTB.
Sebagai informasi, status NTB-NTT sebagai tuan rumah PON XXII 2028 kini telah memasuki tahap persiapan penyelenggaraan. Pada Juni 2026, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima SK penetapan tuan rumah PON XXII 2028 dari Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
PON tersebut akan digelar bersama NTB dan NTT, dengan DKI Jakarta menjadi daerah penopang sesuai kesiapan infrastruktur dan cabang olahraga.
Abdul Rafiq juga menilai kepemimpinan Mori Hanafi di KONI NTB telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi kontingen NTB di ajang nasional.
Pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, NTB berhasil mengoleksi 16 medali emas, 17 perak, dan 21 perunggu, atau total 54 medali. Dalam klasemen akhir, NTB berada di posisi ke-14 nasional.
Capaian tersebut menjadi salah satu alasan bagi KONI Sumbawa untuk mendorong kesinambungan program pembinaan atlet yang sudah berjalan.
”Raihan medali pada PON Aceh-Sumatera Utara menunjukkan adanya peningkatan yang patut kita apresiasi. Ini merupakan hasil dari proses pembinaan, kerja keras atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga dan dukungan berbagai pihak. Karena itu, kesinambungan program pembinaan olahraga harus kita jaga dan tingkatkan ke depan,” tuturnya mengapresiasi torehan KONI NTB.
Menurut Abdul Rafiq, pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan program jangka panjang, konsistensi pembinaan, serta kesinambungan kepemimpinan agar fondasi yang telah dibangun tidak kembali dari awal.
”Karena itu, kesinambungan kepemimpinan dan program olahraga menjadi penting. Kita jangan memulai lagi dari nol ketika sudah ada fondasi yang dibangun sebelumnya,” tambahnya.
Kontestasi Ketua Umum KONI NTB juga berlangsung di tengah persiapan menuju PON XXII 2028. Pemerintah Provinsi NTB bersama KONI NTB telah menjadikan Porprov XII NTB 2026 sebagai salah satu tahapan penting untuk memetakan dan membina atlet menuju PON 2028.
Pemprov NTB menyebut target NTB pada PON 2028 adalah masuk lima besar nasional. Porprov 2026 diposisikan sebagai momentum untuk menjaring talenta terbaik sekaligus memperkuat pembinaan atlet daerah.
Mori Hanafi sebelumnya juga menyebut tantangan pembiayaan dalam persiapan menghadapi PON 2028. Salah satunya berkaitan dengan kebutuhan mendatangkan atlet potensial dari luar daerah.
Ia memperkirakan kebutuhan dana untuk proses mutasi atlet dapat mencapai sedikitnya Rp5 miliar dan tidak dapat dibiayai melalui APBN maupun APBD.
Kondisi tersebut membuat kepemimpinan KONI NTB ke depan dinilai strategis.
Selain menjaga kesinambungan pembinaan, ketua umum terpilih juga akan menghadapi tantangan besar terkait persiapan atlet, pendanaan, sarana-prasarana, serta koordinasi penyelenggaraan PON 2028.
Terkait munculnya nama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam bursa calon Ketua Umum KONI NTB, Abdul Rafiq menegaskan pihaknya menghormati proses demokrasi organisasi.
Ia tidak mempersoalkan apabila gubernur ikut mencalonkan diri sepanjang memenuhi ketentuan organisasi yang berlaku.
”Kalau Pak Gubernur ingin maju sebagai calon Ketua Umum KONI NTB, itu sah-sah saja. Setiap orang mempunyai hak untuk mencalonkan diri sepanjang memenuhi ketentuan organisasi. Kita hormati proses demokrasi di KONI,” terang Abdul Rafiq.
Namun, Abdul Rafiq berpandangan bahwa pengelolaan organisasi olahraga sebaiknya tetap memiliki jarak profesional dengan kekuasaan pemerintahan.
Menurutnya, posisi gubernur sudah memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan roda pemerintahan daerah. Karena itu, dukungan pemerintah terhadap olahraga dinilai lebih penting daripada gubernur harus merangkap sebagai Ketua Umum KONI NTB.
”Tidak mesti kekuasaan sebagai gubernur kemudian harus memegang langsung jabatan Ketua Umum KONI. Kalau gubernur memiliki kepedulian besar terhadap olahraga, justru dukungan dan political will dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Gubernur cukup back up KONI NTB. Itu sudah sangat luar biasa. Tidak harus gubernur sendiri yang menjadi Ketua Umum KONI,” pungkas Abdul Rafiq.
Dukungan KONI Sumbawa tersebut sekaligus menambah dinamika menjelang pemilihan Ketua Umum KONI NTB. Di tengah target NTB masuk lima besar pada PON 2028 dan status sebagai tuan rumah bersama NTT, sosok yang akan memimpin KONI NTB nantinya menghadapi pekerjaan besar untuk menjaga tren prestasi sekaligus memastikan persiapan PON berjalan optimal.
Editor : Purnawarman