Dugaan Beras Oplosan Heboh di Lombok, Pemimpin Bulog NTB: Pelaku Bukan dari Internal Kami
LOMBOK, iNewsLombok.id - Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan tidak terlibat dalam kasus dugaan beras oplosan yang mencuat di Lombok Barat maupun Lombok Timur.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul aksi unjuk rasa yang dilakukan Laskar Pemuda Sasak di Kantor Wilayah Bulog NTB, Mataram.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan pihaknya menerima kedatangan massa aksi secara terbuka dan siap berdialog. Namun, menurutnya, para demonstran memilih menyampaikan aspirasi di halaman kantor serta meminta bertemu langsung dengan pimpinan Bulog.
"Kami menerima dengan baik kedatangan rekan-rekan dari Laskar Pemuda Sasak. Pintu kantor kami buka dan kami persilakan untuk berdiskusi di dalam, namun mereka memilih menyampaikan tuntutannya di luar kantor dan meminta bertemu langsung dengan Kepala Bulog," ujarnya, Senin (29/6/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan dua tuntutan yang berkaitan dengan dugaan praktik pengoplosan beras di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur.
Mara menjelaskan, dugaan pengoplosan beras di Lombok Barat terjadi pada Juni 2025 dan dilakukan oleh oknum di luar Bulog.
"Terkait kasus di Lombok Barat, peristiwa tersebut terjadi pada Juni 2025 dan dilakukan oleh oknum di luar BULOG. Kasus tersebut telah diproses sesuai hukum dan pelakunya telah ditahan. Dengan demikian, kasus tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan BULOG," tegasnya.
Editor : Purnawarman