BULOG NTB Blacklist Mitra Nakal, Distribusi Beras SPHP Kini Makin Diawasi
LOMBOK, iNewsLombok.id - Terkait kasus dugaan pengoplosan beras yang sempat terjadi pada tahun 2025 di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur, Ketua DPW Garda Satu NTB Abdul Hakim menegaskan bahwa proses hukumnya telah ditangani Aparat Penegak Hukum (APH). Ia juga menegaskan bahwa pihak yang terlibat merupakan oknum mitra penyalur, bukan institusi BULOG.
"Setahu kami, BULOG Kanwil NTB telah mengambil langkah tegas dengan memutus kerja sama atau memasukkan mitra yang terlibat ke dalam daftar hitam (blacklist) sehingga tidak lagi menjadi mitra BULOG. Ini merupakan bentuk komitmen BULOG dalam menjaga integritas penyaluran beras SPHP," tegas Abdul Hakim, Senin (29/6/2026).
Ia berharap tindakan tegas tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh mitra agar selalu mematuhi aturan yang berlaku serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
"Kami mendukung penuh penegakan hukum yang profesional dan berharap pengawasan terhadap distribusi beras SPHP terus diperkuat sehingga program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga stabilitas harga pangan di Nusa Tenggara Barat," terang Abdul Hakim.
Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi sangat aman. Dengan stok mencapai 273.663 ton setara beras, BULOG optimistis mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Besarnya stok tersebut merupakan hasil penyerapan gabah dan beras petani yang terus meningkat sepanjang tahun 2026. Dampaknya, tingkat keterisian gudang BULOG di NTB mengalami kenaikan signifikan.
Saat ini, BULOG Kanwil NTB mengelola 16 kompleks pergudangan milik sendiri yang telah dioptimalkan sebagai tempat penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu penopang utama dalam menjaga ketersediaan beras, terutama ketika terjadi gejolak harga maupun peningkatan permintaan masyarakat.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan pihaknya terus memastikan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersedia di berbagai saluran distribusi, mulai dari pengecer di pasar rakyat, ritel modern, hingga outlet pangan.
"Kami memastikan beras SPHP ini selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dengan keterjangkauan harga di bawah HET Pemerintah," ungkap Mara Kamin Siregar yang akrab disapa Pak Regar, Senin (29/6/2026).
Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, BULOG NTB telah menyalurkan 6.167 ton beras SPHP dari target semester pertama sebesar 16.652 ton.
Untuk semester kedua tahun 2026, BULOG berkomitmen memperluas pelaksanaan program stabilisasi pangan melalui berbagai skema distribusi.
"Selanjutnya periode semester kedua tahun 2026 nanti akan kami terus maksimalkan pelaksanaan stabilisasi pasokan harga pangan dengan berbagai mekanisme, salah satunya pelaksanaan gerakan pasar murah ke berbagai kecamatan dan desa," ujar Pak Regar.
Selain pasar murah, BULOG NTB juga mengoptimalkan sembilan jalur distribusi penyaluran beras SPHP agar masyarakat semakin mudah memperoleh beras dengan harga terjangkau sesuai ketentuan pemerintah.
Abdul Hakim, menilai capaian tersebut menunjukkan komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
"Kami mengapresiasi Pemimpin Wilayah Perum BULOG NTB, Mara Kamin Siregar, yang akrab disapa Pak Regar, beserta seluruh jajaran atas kerja kerasnya dalam memastikan penyaluran beras SPHP berjalan dengan baik dan mampu melampaui target semester pertama tahun 2026," ujar Abdul Hakim.
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari pengawasan yang dilakukan BULOG terhadap para mitra penyalur.
Editor : Purnawarman