Usai NTB-NTT Kantongi SK PON 2028, Ini Empat Pekerjaan Rumah yang Harus Segera Dituntaskan
LOMBOK, iNewsLombok.id - Setelah pemerintah pusat resmi menetapkan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, berbagai persiapan strategis mulai menjadi perhatian utama.
Ketua Tim Master Plan Tuan Rumah PON, Andy Hadianto, menegaskan bahwa sejumlah langkah prioritas harus segera dilakukan agar pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut berjalan sukses.
Menurut Andy, kesiapan sarana olahraga di NTB saat ini sudah berada pada tahap yang cukup baik.
"Beberapa hal yang perlu disiapkan. Satu, venue saya kira kita sudah siap 80 persen, tinggal penyempurnaan dan estetika," ujar Andy, Rabu (24/6/2026).
Selain infrastruktur, ia menilai pembentukan organisasi penyelenggara menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh proses persiapan dapat berjalan secara terstruktur.
"Kedua, SK PB PON ini harus segera ditetapkan sehingga secara kelembagaan bisa segera bekerja. Ketiga, penyiapan SDM kepanitiaan secara paralel juga harus mulai dipersiapkan," terangnya.
Andy menambahkan, koordinasi dengan induk organisasi cabang olahraga juga harus segera dilakukan, terutama terkait standar teknis pertandingan yang akan diterapkan pada PON 2028.
"Keempat, koordinasi dengan technical delegate dari masing-masing PB/PP cabor. Saya pikir sementara empat hal ini dulu yang urgent," ungkapnya.
Ia optimistis NTB memiliki modal kuat untuk menjadi tuan rumah yang sukses. Selain didukung fasilitas olahraga yang memadai, sejumlah venue juga menawarkan panorama alam yang menjadi daya tarik tersendiri.
"Sebagian besar venue kita menyuguhkan keindahan alam berkelas dunia. Sehingga pantas kalau disebut PON aroma 'Sport Tourism'," terangnya.
Konsep sport tourism atau wisata olahraga dinilai menjadi keunggulan utama NTB dalam penyelenggaraan PON 2028. Sejumlah lokasi pertandingan diproyeksikan tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga etalase destinasi wisata unggulan daerah.
NTB sendiri memiliki pengalaman menggelar berbagai ajang olahraga internasional, mulai dari balap motor dunia di Sirkuit Mandalika hingga sejumlah kejuaraan olahraga nasional. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung penyelenggaraan PON yang diperkirakan akan melibatkan ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan pendukung dari seluruh Indonesia.
Pemerintah daerah juga diharapkan segera mempercepat koordinasi lintas sektor, termasuk transportasi, akomodasi, keamanan, layanan kesehatan, serta promosi pariwisata agar dampak ekonomi dari PON 2028 dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat NTB dan NTT.
Editor : Purnawarman