Aplikasi PPDB SMPN 2 Mataram Down, Panitia Terus Kejar Perbaikan
LOMBOK, iNewsLombok.id - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 2 Mataram mengalami kendala akibat gangguan pada sistem pendaftaran online. Aplikasi PPDB dilaporkan mengalami macet sejak Selasa hingga Rabu pagi (24/6/2026), sehingga sejumlah orang tua siswa kesulitan mengakses layanan pendaftaran.
Pihak sekolah mengakui adanya gangguan teknis tersebut dan saat ini tengah melakukan upaya perbaikan agar sistem dapat kembali beroperasi secara normal.
Wakil Ketua Bidang Kesiswaan yang juga anggota panitia PPDB, Karim, menjelaskan bahwa tim teknis masih menelusuri sumber permasalahan yang menyebabkan aplikasi tidak dapat diakses secara optimal.
"Mohon maaf belum bisa memastikan menit tepatnya, karena tim masih melacak pusat kendalanya. Namun, kami pastikan progresnya berjalan terus," ujar Karim melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, panitia terus berkoordinasi untuk mempercepat proses pemulihan sistem agar pelayanan kepada calon peserta didik dan orang tua dapat kembali berjalan lancar.
Karim juga mengimbau para wali murid yang telah berada di lingkungan sekolah agar tetap bersiaga menunggu informasi resmi dari panitia.
"Kami akan berikan update berkala di sini setiap 30 menit sekali mengenai perkembangannya," katanya.
Ia meminta masyarakat, khususnya calon peserta didik dan orang tua, untuk tetap tenang dan bersabar selama proses perbaikan berlangsung.
"Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kendala yang dialami. Saat ini kami masih berupaya mencari berbagai solusi agar webnya dapat normal kembali. Dimohon sangat untuk pengertiannya ya," terangnya.
Gangguan pada sistem PPDB berbasis daring kerap terjadi ketika terjadi lonjakan akses secara bersamaan dari ribuan pengguna dalam waktu yang hampir bersamaan.
Kondisi tersebut biasanya menyebabkan server mengalami beban tinggi sehingga menghambat proses pendaftaran maupun verifikasi data.
Meski demikian, pihak SMPN 2 Mataram memastikan seluruh proses pendaftaran tetap menjadi hak calon peserta didik dan akan dicarikan solusi terbaik agar tidak ada siswa yang dirugikan akibat kendala teknis tersebut.
Editor : Purnawarman