Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Sade, Banggar DPRD NTB Desak Gubernur Iqbal Segera Gunakan Dana BTT
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Haru Adam, Anak TKI Lombok yang Hidup Sebatang Kara di Malaysia Akhirnya Kembali Pulang

Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:46 WIB
  • author Anggi Setiawati
Kisah Haru Adam, Anak TKI Lombok yang Hidup Sebatang Kara di Malaysia Akhirnya Kembali Pulang
Muhammad Adam, anak TKI asal Lombok, tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid setelah dipulangkan dari Malaysia dan disambut keluarga serta Pemprov NTB. (Foto: Tangkapan Layar)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Kisah pilu Muhammad Adam, bocah berusia 9 tahun asal Lombok, menyentuh perhatian publik setelah kisahnya viral di media sosial. Adam diketahui harus menjalani kehidupan seorang diri di Malaysia setelah kehilangan kedua orang tuanya yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI).

Kisah Adam pertama kali ramai diperbincangkan setelah diunggah melalui akun Facebook @DarwisAb. Dalam usia yang seharusnya dipenuhi aktivitas bermain dan kasih sayang keluarga, Adam justru harus menghadapi kenyataan pahit di negeri orang.

Ayah Adam lebih dulu meninggal dunia sekitar dua tahun lalu saat berada di Malaysia. Sementara ibunya, Megawati, warga Kota Mataram yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, meninggal dunia pada awal Mei 2026 akibat penyakit kritis.

Sejak kepergian sang ibu, Adam hidup tanpa pendamping orang tua di Malaysia. Ia bertahan dengan bantuan sesama pekerja migran yang berada di sekitarnya.

Kisah tersebut kemudian mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal langsung meminta agar proses pemulangan Adam segera dilakukan.

"Pastikan dia pulang. Pastikan dia aman. Pastikan dia kembali ke pangkuan keluarganya," ujar Gubernur Iqbal.

Pemprov NTB kemudian melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, untuk menyelesaikan proses administrasi kepulangan Adam.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada 13 Juni 2026, Adam tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok. Kepulangannya disambut keluarga besar dan perwakilan pemerintah dengan suasana penuh haru.

Setelah lama menjalani kehidupan penuh ketidakpastian di negeri orang, Adam akhirnya kembali ke Mataram dan berkumpul bersama keluarga besarnya.

Namun, Pemprov NTB memastikan proses pendampingan tidak berhenti pada kepulangan saja. Pemerintah berkomitmen menjaga keberlangsungan pendidikan dan masa depan Adam.

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa Adam akan mendapatkan dukungan pendidikan melalui Program Pendidikan Terintegrasi Anak PMI (Sekolah Rakyat Terintegrasi).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia yang menghadapi persoalan sosial akibat kondisi keluarga.

Kasus Adam menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan para pekerja migran mencari penghidupan di luar negeri, terdapat keluarga dan anak-anak yang membutuhkan perhatian serta perlindungan.

Kini Adam tidak lagi menghadapi hidup sendirian. Ia kembali ke tanah kelahirannya dengan harapan baru untuk melanjutkan pendidikan dan menata masa depan.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut