Jemaah Haji NTB Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, 1 Jemaah Bima Meninggal di RSUP NTB
LOMBOK, iNewsLombok.id - Jumlah jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meninggal dunia selama musim haji 2026 bertambah menjadi 12 orang.
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB mencatat tambahan satu jemaah asal Kabupaten Bima yang sebelumnya tergabung dalam Kloter 4. Jemaah tersebut meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB pada Kamis (11/6/2026).
Jemaah tersebut diketahui menjalani perawatan sejak 4 Juni 2026 dengan diagnosis suspek pneumonia. Setelah mendapatkan penanganan medis selama beberapa hari, kondisi jemaah memburuk hingga akhirnya dinyatakan wafat pada Kamis pagi.
Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhamad Amin, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya jemaah asal Kabupaten Bima tersebut.
"Kami turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ujar Amin, Jumat (12/6/2026).
Amin menegaskan pihaknya tetap memberikan pendampingan kepada keluarga jemaah yang wafat. Ia memastikan seluruh hak jemaah akan diproses sesuai aturan yang berlaku.
"Kami memastikan hak-hak jemaah yang wafat dapat dipenuhi dengan baik," katanya.
Sebelumnya, Kanwil Kemenhaj NTB mencatat sebanyak 11 jemaah haji asal NTB meninggal dunia selama berada di Tanah Suci. Mereka berasal dari beberapa daerah di NTB, yakni Kabupaten Bima sebanyak tiga orang, Lombok Tengah tiga orang, Lombok Timur tiga orang, dan Kabupaten Sumbawa dua orang.
Dengan tambahan satu jemaah yang wafat setelah kembali dan menjalani perawatan di NTB, total jemaah haji asal NTB yang meninggal selama rangkaian ibadah haji tahun 2026 mencapai 12 orang.
Musim haji 2026 menjadi perhatian pemerintah daerah dan petugas haji, terutama dalam memastikan layanan kesehatan, pendampingan, serta pemenuhan hak-hak jemaah dan keluarga yang ditinggalkan.
Editor : Purnawarman