RSUD NTB Klaim Berhasil Lunasi Utang dan Naikkan Jaspel Tenaga Medis
LOMBOK, iNewsLombok.id – Direktur Rumah Sakit Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dr Asrul Sani, mengungkap strategi manajemen rumah sakit dalam menyelesaikan utang kontraktual hingga puluhan miliar rupiah sekaligus meningkatkan jasa pelayanan (Jaspel) bagi tenaga kesehatan.
Menurut Asrul, langkah utama yang dilakukan adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan anggaran dan belanja rumah sakit dengan menerapkan skala prioritas.
“Kami mereview kembali Rencana Bisnis Anggaran, belanja dengan skala prioritas,” ujarnya, Selasa (20/5/2026).
RSUD Provinsi NTB diketahui berhasil menuntaskan utang kontraktual tahun anggaran 2025 yang selama ini menjadi beban keuangan rumah sakit daerah tersebut.
Berdasarkan data manajemen RSUD NTB per 6 Mei 2026, total kewajiban utang kontraktual tercatat mencapai Rp91.445.484.400,83 atau sekitar Rp95 miliar. Pelunasan dilakukan secara bertahap hingga seluruh kewajiban berhasil diselesaikan.
Pada masa direksi sebelumnya, pembayaran utang telah dilakukan sebesar Rp44.766.375.492,17. Sementara sisa kewajiban sebesar Rp46.679.108.908,66 berhasil dipercepat penyelesaiannya pada masa direksi baru.
Manajemen RSUD NTB mengklaim percepatan pembayaran tersebut dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu sekitar satu bulan hingga status pembayaran mencapai 100 persen.
Keberhasilan pelunasan utang ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperbaiki stabilitas keuangan rumah sakit sekaligus menjaga layanan kesehatan tetap berjalan optimal.
Selain fokus pada penyelesaian kewajiban finansial, manajemen RSUD NTB juga mulai melakukan penataan internal terhadap sistem layanan dan pengelolaan keuangan agar tidak kembali mengalami penumpukan utang di masa mendatang.
RSUD NTB sendiri merupakan salah satu rumah sakit rujukan terbesar di wilayah Nusa Tenggara Barat yang melayani pasien dari Pulau Lombok hingga Sumbawa. Dengan tuntasnya pembayaran utang kontraktual, diharapkan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan tenaga medis melalui peningkatan Jaspel dapat ikut terdongkrak.
Editor : Purnawarman