Akademisi Diminta Tetap Kritis terhadap BUMD di NTB, Edo: Jangan Hanya Jadi Pemberi Pujian
Senin, 18 Mei 2026 | 13:01 WIB
“Akademisi idealnya hadir sebagai penyeimbang melalui edukasi publik, evaluasi kebijakan, dan solusi berbasis riset. Jangan sampai posisi akademik justru terlihat seperti politisi atau kelompok pendukung politik kepala daerah, karena hal itu dapat mengurangi independensi dan wibawa akademik di mata masyarakat,” tambahnya.
Menurut Edo, hubungan antara akademisi dan BUMD seharusnya dibangun dalam kerangka kemitraan intelektual demi kepentingan publik, bukan hubungan yang bersifat pragmatis maupun politis. Sikap kritis yang konstruktif justru akan membantu BUMD menjadi lebih sehat, transparan, dan profesional dalam menghadapi tantangan ekonomi daerah di masa mendatang.
Editor : Purnawarman