AHY Puncaki Survei Cawapres Milenial, Demokrat NTB: Kita Bangga
LOMBOK, iNewsLombok.id – Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat NTB, Syamsul Fikri, mengungkapkan rasa bangga atas hasil survei yang menempatkan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai figur calon wakil presiden (cawapres) pilihan kalangan muda milenial.
Menurut Syamsul Fikri, capaian tersebut menunjukkan bahwa sosok AHY masih memiliki daya tarik kuat di kalangan generasi muda, terutama menjelang kontestasi politik nasional yang terus menjadi perhatian publik.
“Kami bangga Ketum AHY urutan pertama cawapres pilihan muda milenial,” ungkap Syamsul Fikri salah satu pendiri Demokrat di NTB, Selasa (12/5/2026).
Politikus senior Demokrat NTB yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri Partai Demokrat di NTB itu menilai tingginya elektabilitas AHY tidak lepas dari citra kepemimpinan muda, pengalaman di pemerintahan, serta kemampuan komunikasi politik yang dinilai dekat dengan generasi milenial dan Gen Z.
Fikri juga menyebut bahwa Demokrat selalu mendukung penuh program Presiden Prabowo.
"Kita buktikan seluruh program Prabowo kita suksekan sampai akhir,"terangnya.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa Demokrat NTB masih membuka ruang komunikasi politik sambil menunggu dinamika koalisi nasional berkembang lebih lanjut.
Dalam beberapa survei nasional sebelumnya, nama AHY memang kerap masuk dalam daftar tokoh muda dengan tingkat keterpilihan tinggi untuk posisi cawapres.
Selain menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY juga dianggap memiliki pengalaman organisasi dan jaringan politik yang kuat.
Pengamat politik menilai, dukungan kalangan muda menjadi faktor penting dalam Pilpres mendatang karena dominasi pemilih milenial dan Gen Z diperkirakan mencapai lebih dari 50 persen dari total daftar pemilih tetap nasional.
Di sisi lain, munculnya nama Gibran Rakabuming juga membuat peta politik cawapres muda semakin dinamis. Namun hingga kini, arah koalisi besar menuju Pilpres masih terus bergerak dan belum sepenuhnya final.
Editor: Purnawarman