get app
inews
Aa Text
Read Next : 4 Santri Diduga Jadi Korban, LPA NTB Bongkar Kasus Kekerasan Seksual Oknum Guru Ponpes Lombok Tengah

Kloter 2 Lombok Tengah Berangkat, Satu CJH Gagal Terbang Karena Stroke

Kamis, 23 April 2026 | 09:16 WIB
header img
Perwakilan Kemenhaj NTB H Laman menyampaikan Kloter 2 haji Lombok Tengah berangkat dengan 393 CJH. (Foto: Purnawarman/iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id – Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji Kemenhaj NTB, H. Laman, menjelaskan bahwa keberangkatan jamaah haji Kloter 2 asal Lombok Tengah berjalan lancar dengan total 393 calon jamaah haji (CJH). Namun, satu orang jamaah terpaksa tertunda keberangkatannya karena mengalami stroke sebelum masuk ke Asrama Haji.

Jamaah tersebut diketahui bernama Rabiah Basarudin (60) asal Kejorongan, yang harus mendapatkan perawatan intensif sehingga dinyatakan belum layak terbang oleh tim medis.

“Kemarin tanggal 21 April kita memberangkatkan Kloter 1 asal Lombok Timur. Tadi sekitar pukul 09.00 pagi sudah sampai di Madinah. Pada pagi hari ini juga kami menerima jamaah asal Lombok Tengah secara utuh sebanyak 393 orang calon jamaah, walaupun yang masuk hanya 392 orang, karena satu orang harus dirawat akibat stroke,” ungkap H. Laman, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, pihak Kementerian Haji NTB bergerak cepat agar tidak terjadi kekosongan kursi dalam manifest penerbangan haji. Sebagai pengganti, satu jamaah dari Kloter 7 langsung dimajukan untuk mengisi slot kosong tersebut.

“Secara tepat dan cepat supaya tidak terjadi open seat, kami sudah upayakan pengganti dari Kloter 7. Jamaah tersebut sudah berada di Asrama Haji dan langsung dimajukan sebagai pengganti karena jamaah yang sakit stroke dinyatakan tidak layak untuk terbang,” terangnya.

H. Laman juga menyampaikan bahwa Kloter 2 dijadwalkan diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Lombok pada pukul 02.00 WITA dini hari.

“Kloter 02 juga akan kita berangkatkan melalui pelepasan Bir Ali 1, prosesnya sekitar pukul 02.00 WITA,” tegasnya.

Meski demikian, pihak Kemenag NTB tetap melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi kesehatan jamaah yang mengalami stroke tersebut. Jika kondisi kesehatannya membaik dan dinyatakan layak oleh tim medis, maka yang bersangkutan akan diberangkatkan pada kloter berikutnya, kemungkinan Kloter 7.

“Untuk jamaah yang stroke tadi, kita akan terus kawal dan cek informasinya. Karena stroke terjadi sebelum masuk asrama, kami koordinasi dengan Kantor Kemenag Lombok Tengah untuk memantau kondisi beliau. Kalau saat Kloter 7 kesehatannya membaik dan ada keputusan dari tim medis bahwa beliau layak terbang, maka akan diplot di Kloter 7,” jelasnya.

Embarkasi Lombok tahun 2026 dijadwalkan memberangkatkan ribuan jamaah haji asal NTB secara bertahap melalui beberapa kelompok terbang (kloter). Pemerintah juga terus memperketat pemeriksaan kesehatan jamaah guna memastikan seluruh calon jamaah dalam kondisi prima sebelum terbang ke Arab Saudi.

Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu syarat utama, terutama bagi jamaah lanjut usia (lansia) dan jamaah dengan riwayat penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes, maupun stroke.

Pihak Kemenag berharap seluruh proses keberangkatan haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut