KONI NTB Kebut Persiapan Porprov NTB 2026, Lebih dari 4.500 Atlet Siap Bertarung
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena KONI NTB kembali membuka masa perbaikan data selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 April 2026.
Lombok Barat menjadi daerah dengan jumlah atlet terbanyak, yakni 670 atlet, disusul Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebanyak 616 atlet, dan Lombok Tengah sebanyak 595 atlet.
Sementara itu, Kota Mataram mencatat 571 atlet, Lombok Timur 533 atlet, Sumbawa 480 atlet, Dompu 419 atlet, Kota Bima 407 atlet, dan Lombok Utara 251 atlet.
Kabupaten Bima menjadi satu-satunya daerah yang belum melakukan pendaftaran karena masih menghadapi kendala internal dalam kepengurusan organisasi.
Menanggapi hal itu, KONI NTB memberikan dispensasi tambahan waktu agar seluruh data atlet dapat masuk secara maksimal.
“Jumlah atlet ini masih dinamis karena kami membuka kembali pendaftaran selama tiga hari, mulai Senin (20/4) hingga Rabu (22/4). Ini kesempatan bagi KONI di tingkat kabupaten/kota untuk menyempurnakan data mereka,” tegas Mori.
Selain fokus pada kesiapan teknis pertandingan, KONI NTB juga memastikan kenyamanan para atlet dan official selama pelaksanaan Porprov.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah skema dana sharing untuk akomodasi kontingen. Para peserta direncanakan akan menginap di hotel-hotel representatif di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya.
“Kami menyiapkan penginapan mulai dari hotel bintang empat. Jika kapasitas tidak mencukupi, kami akan menggunakan hotel non-bintang dengan standar yang tetap terjaga,” tambahnya.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga performa atlet selama bertanding, sekaligus memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh peserta.
Di sisi lain, KONI NTB juga mencatat masih ada 115 nomor pertandingan dari 25 cabang olahraga (cabor) yang belum memenuhi syarat untuk dipertandingkan.
Masalah utama berasal dari minimnya jumlah peserta yang mendaftar pada nomor-nomor tertentu. Namun, KONI optimistis angka tersebut akan berubah setelah Kabupaten Bima menyelesaikan proses pendaftaran.
Selain itu, persoalan mutasi atlet juga menjadi perhatian serius agar kompetisi berjalan fair dan menjunjung tinggi sportivitas.
Menurut data KONI, cabang olahraga unggulan seperti atletik, sepak bola, pencak silat, voli indoor, dan taekwondo diprediksi akan menjadi penyumbang medali terbesar dalam Porprov kali ini.
Porprov NTB bukan hanya sekadar kompetisi daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penjaringan atlet potensial menuju ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
KONI NTB berharap ajang ini menjadi panggung lahirnya atlet-atlet baru yang mampu mengharumkan nama daerah di level nasional maupun internasional.
Dengan dimulainya tahapan CdM Meeting ini, atmosfer Porprov NTB XII/2026 semakin terasa. Masyarakat kini menantikan aksi terbaik para atlet yang akan berlaga pada Juli mendatang.
Editor : Purnawarman