PWNU NTB Siap Netral Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU 2026 di Lombok
LOMBOK, iNewsLombok.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU yang direncanakan berlangsung pada April 2026 di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah.
Ketua PWNU NTB, Prof Masnun Tahir, menegaskan bahwa kesiapan tersebut telah melalui proses konsolidasi internal yang matang serta mendapat dukungan dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Kita secara formal administratif kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar ke 35 dengan alasan secara kelembagaan solid, jajaran muktasar suriah, banom, lembaga siap lahir bathin,” tegasnya, Selasa (31/3/2026) di Kantor PW NU Jalan Pendidikan Kota Mataram.
Prof Masnun menjelaskan, NTB memiliki rekam jejak kuat sebagai tuan rumah kegiatan besar NU, termasuk sukses menyelenggarakan Munas pra-Muktamar pada 1997.
“Ada argumen historis pernah tuan rumah munas pra muktamar. Kita masih punya jangkar di sini, NU Indonesia Datok Bagu. Beliau sangat berkeinginan jajaran tanfiziah PBNU untuk tuan rumah muktamar,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga organisasi masyarakat.
“Pemda Pemprov dan pemkot dan pemkab mendukung NTB jadi tuan rumah juga ormas-ormas yang lain,” tambahnya.
Menurut Prof Masnun, jika NTB ditetapkan sebagai tuan rumah, maka dampaknya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga strategis dalam jangka panjang.
“Bukan hanya perhelatan 5 tahunan berdampak ke depan, bukti NU hadir di NTB. Beredar malam ini konsolidasi internal bagaimana siap jadi tuan rumah muktamar,” terangnya.
Ia juga mencontohkan keberhasilan NTB dalam menggelar event besar lainnya.
“Kita ini punya pengalaman bagus, tahun 1997 Munas, zaman itu jarang yang sukses. Event MotoGP juga sukses,” ungkapnya.
Dari sisi infrastruktur, NTB dinilai sangat siap untuk menggelar event nasional berskala besar seperti Muktamar NU.
Lokasi utama akan dipusatkan di kawasan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu.
“Kami optimis infrastruktur mendukung, menghadirkan lokasi pembukaan di Bagu, sidang-sidang di kota, semua siap. Menyiapkan tanah satu hektar, pusatnya di pondok,” jelasnya.
Selain itu, faktor aksesibilitas juga menjadi keunggulan NTB sebagai destinasi.
“Datok Bagu itu ulama langitan, saat Gus Dur sudah menjadi penyelenggara, destinasi wisata, wisata sambil muktamar. Tidak dimiliki daerah lain,” tambahnya.
Komitmen Netralitas sebagai Tuan Rumah
PWNU NTB menegaskan akan bersikap netral jika dipercaya menjadi tuan rumah, guna menjaga kondusivitas organisasi.
“Kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, secara normatif netral, pribadi berbeda. Norma organisasi tetap kedepankan,” ungkapnya.
Sekretaris PWNU NTB, Lalu Daud Nurjadi, menyebut bahwa upaya untuk menjadi tuan rumah telah dilakukan sejak jauh hari, termasuk komunikasi langsung dengan pemerintah pusat.
“Dari beberapa bulan sebelumnya Datok Bagu sudah bersurat secara pribadi kepada Presiden mungkin direspon PBNU. Magnet menjadi muktamar,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa NTB dinilai sebagai wilayah netral dibanding provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Muktamar NU merupakan forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama yang digelar setiap lima tahun sekali untuk menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan PBNU.
NTB dinilai strategis karena merupakan kawasan wisata halal unggulan nasional, yang dapat mendukung konsep “wisata religi” selama pelaksanaan muktamar.
Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam berpengaruh di NTB dengan jaringan alumni luas di Indonesia.
Keberhasilan event internasional seperti MotoGP Mandalika menjadi indikator kesiapan NTB dalam mengelola event besar dengan skala global.
Editor : Purnawarman