get app
inews
Aa Text
Read Next : Presiden Prabowo Tetapkan 10 Tokoh Jadi Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto dan Sultan Salahudin

Program Gentengisasi Prabowo: Target 3 Tahun Indonesia Bebas Atap Seng

Selasa, 03 Februari 2026 | 18:12 WIB
header img
Prabowo Subianto. Okezone

JAKARTA, iNewsLombok.id - Presiden Prabowo Subianto resmi memperkenalkan program Gentengisasi Nasional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan estetika lingkungan sekaligus kenyamanan hunian masyarakat di seluruh Indonesia.

Melalui program ini, Prabowo menargetkan Indonesia bebas dari atap seng dalam waktu tiga tahun ke depan.

Program Gentengisasi disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Inisiatif ini menjadi salah satu pilar utama dalam Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Dalam pidatonya, Prabowo menilai penggunaan atap seng yang masih dominan di perkotaan hingga pedesaan menjadi penghambat terwujudnya lingkungan hunian yang ideal. Ia menyebut seng memiliki banyak kelemahan, mulai dari menyerap panas hingga mudah berkarat.

"Salah satu dalam rangka indah, saya lihat saudara-saudara, semua kota, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng," ujar Prabowo.

Selain persoalan kenyamanan, Prabowo juga menyinggung ketergantungan pada industri aluminium sebagai bahan utama seng. Ia mendorong penggunaan material alternatif yang lebih sesuai dengan kondisi geografis dan iklim tropis Indonesia.

"Maaf, saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya. Maaf, bikin yang lain-lain, deh," imbuhnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan keinginannya agar seluruh rumah rakyat Indonesia menggunakan genteng sebagai atap utama. Gagasan ini kemudian dikemas dalam bentuk proyek Gentengisasi Nasional yang akan melibatkan koperasi di seluruh daerah.

"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi ini nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia. Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Jadi nanti koperasi-koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat," kata Prabowo.

Dalam forum tersebut, layar utama menampilkan perbandingan visual rumah sebelum dan sesudah Gentengisasi. Prabowo pun secara terbuka mengajak para kepala daerah untuk ikut aktif menyukseskan program tersebut di wilayah masing-masing.

"Ini serius ya. Bupati, wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau ayo bersama kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah. Bagaimana?" ujar Prabowo.

Tak hanya berbicara soal genteng modern, Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang penggunaan material atap tradisional seperti rumbia dan ijuk yang dikenal lebih sejuk serta ramah lingkungan.

"Saya mengajak ini sangat penting, turis dari luar untuk apa dia datang melihat seng berkarat. Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah, rakyat kita harus bahagia!" ujar Prabowo.

Program Gentengisasi juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM dan koperasi. Dengan adanya pabrik genteng di tingkat desa dan kecamatan, pemerintah berharap tercipta lapangan kerja baru, sekaligus mengurangi ketergantungan impor material bangunan.

Selain itu, penggunaan genteng berbahan tanah liat dan limbah daur ulang dinilai lebih ramah lingkungan, karena mampu menekan emisi panas, memperbaiki sirkulasi udara rumah, serta mengurangi efek urban heat island di kawasan padat penduduk.

Pemerintah juga tengah menyiapkan skema insentif dan bantuan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa mengganti atap seng ke genteng tanpa beban biaya besar.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut