get app
inews
Aa Text
Read Next : Tim Percepatan Gubernur NTB Disarankan Jadi PPPK, Ini Respons Resmi Pemprov

Iran Tambah 1.000 Drone Tempur, Siap Hadapi Ancaman Serangan AS

Jum'at, 30 Januari 2026 | 08:41 WIB
header img
Dron Iran. Reuters

JAKARTA, iNewsLombok.id - Angkatan bersenjata Iran kembali memperkuat kekuatan militernya dengan menambah 1.000 unit drone terbaru, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat (AS).

Ribuan pesawat tanpa awak tersebut diklaim memiliki kemampuan lebih canggih dibandingkan generasi sebelumnya karena telah melalui berbagai pengembangan teknologi mutakhir.

Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, seperti dikutip dari kantor berita Mehr, Jumat (30/1/2026), menyebutkan bahwa pengembangan drone dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika ancaman keamanan terbaru di kawasan.

Menurut Hatami, teknologi drone tersebut juga merupakan hasil evaluasi dari pengalaman perang 12 hari dengan Israel pada Juni 2025, yang menjadi momentum penting bagi Iran dalam menyempurnakan sistem pertahanan udara dan ofensifnya.

Drone-drone itu diproduksi oleh para pakar militer Angkatan Darat Iran bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Iran, dan dirancang untuk berbagai kategori misi, mulai dari serangan langsung, pengintaian, hingga peperangan elektronik.

Kemampuan operasionalnya mencakup serangan terhadap target tetap maupun bergerak, baik di wilayah darat, laut, maupun udara, sehingga dinilai mampu meningkatkan daya jangkau militer Iran dalam berbagai skenario konflik.

Hatami menegaskan bahwa penguatan armada drone merupakan bagian dari strategi jangka panjang Iran untuk menjaga keunggulan militer.

“Kesiapan untuk operasi tempur cepat dan respons tegas terhadap segala bentuk agresi terus menjadi panduan perencanaan pertahanan Iran, sejalan dengan ancaman yang diantisipasi,” ujarnya.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir kembali meningkat, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim bahwa armada perang negaranya dalam jumlah besar telah bergerak menuju kawasan sekitar Iran.

Trump bahkan mengancam akan melancarkan serangan besar jika Iran tidak segera menyepakati negosiasi nuklir baru.

Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan tidak akan gentar dengan tekanan tersebut. Para pejabat Teheran memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi militer dari AS akan dibalas secara cepat, terukur, dan menyeluruh.

Di sisi lain, Iran juga menegaskan tetap membuka ruang diplomasi. Namun negosiasi hanya akan dilakukan jika berlangsung secara adil, seimbang, tanpa tekanan politik maupun ancaman militer.

Sebagai catatan, Iran selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu negara dengan program drone militer paling aktif di Timur Tengah. Drone buatan Iran seperti Shahed, Mohajer, dan Arash telah digunakan dalam berbagai operasi militer regional dan menjadi bagian penting dari strategi pertahanan asimetris Iran.

Pengamat militer menilai peningkatan jumlah drone ini juga bertujuan memperkuat deterrence effect, yakni efek gentar terhadap potensi serangan negara-negara Barat, sekaligus mengurangi ketergantungan Iran terhadap pesawat tempur berawak yang mahal dan rentan.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut