get app
inews
Aa Text
Read Next : Naik Motor Trail, Gubernur NTB Tinjau Jalan Rusak Jalur Lintas Moyo di Sumbawa

Cuaca Ekstrem Hantam Bima, 142 Rumah Rusak di 9 Kecamatan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:01 WIB
header img
Cuaca ekstrem badai dan angin kencang disertai tanah longsor di Kabupaten Bima. Edy Irawan/iNewsLombok.id

BIMA, iNewsLombok.id – Cuaca ekstrem berupa badai angin kencang disertai tanah longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak Jumat (23/1/2026). Dampak dari peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 142 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Donggo. Di daerah ini, kerusakan rumah terjadi hampir di seluruh desa.

"Desa Mpili Kecamatan Donggo 16 unit rumah rusak bagian atap, Desa O’o 48 unit rumah, Desa Kala 38 unit rumah, Desa Doridungga 9 unit rumah, Desa Bumipajo 6 unit rumah, Desa Mbawa 17 unit rumah warga rusak," jelas Plt Pelaksana Kepala BPBD Kabupaten Bima, Fatahullah, saat dikonfirmasi Sabtu (24/1/2026).


Cuaca ekstrem berupa badai angin kencang disertai tanah longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak Jumat (23/1/2026). Edy Irawan/iNewsLombok.id

Kerusakan Meluas ke Delapan Kecamatan Lain

Tak hanya di Donggo, cuaca ekstrem juga berdampak pada sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bima. Di Desa Pai, Kecamatan Wera, tercatat satu rumah rusak pada bagian atap akibat terpaan angin.

Sementara di Desa Rasabou, Kecamatan Tambora, satu unit rumah mengalami kerusakan pada atap dan dinding.

Di wilayah selatan, tepatnya Desa Kaowa, Kecamatan Lambitu, satu rumah rusak akibat tanah longsor, sedangkan di Desa Doro O’o, Kecamatan Langgudu, satu rumah mengalami kerusakan karena angin kencang.

"Semuanya ada 142 rumah warga rusak yang tersebar di belasan desa 9 kecamatan. Namun, terlapor hingga Jumat malam tadi, saat ini tidak ada korban luka maupun korban jiwa," tegasnya.

Tanah Retak 100 Meter, Akses Jalan Terganggu

Selain angin dan longsor, bencana lain juga terjadi di Desa Parado Wane, Kecamatan Parado, berupa tanah retak dan terbelah sepanjang 100 meter. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terganggu.

BPBD setempat telah melakukan pemantauan langsung serta berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan, dan aparat keamanan untuk mengamankan lokasi rawan dan membantu warga terdampak.

BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

Fatahullah mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.

"Kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap bencana susulan seperti angin puting beliung, tanah longsor, banjir, terlebih pohon tumbang," pintanya.

Berdasarkan prakiraan cuaca regional, wilayah NTB masih berada pada puncak musim hujan dengan intensitas angin yang fluktuatif. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko longsor di daerah perbukitan serta kerusakan bangunan ringan di kawasan permukiman terbuka.

Meski jumlah kerugian material belum dihitung secara rinci, BPBD Kabupaten Bima memastikan proses pendataan terus dilakukan. Bantuan darurat berupa terpal, logistik, dan kebutuhan pokok juga mulai disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak melalui posko tanggap bencana.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut