180 Jemaah Haji Lombok Tengah Belum Lunasi BIPIH hingga Penutupan Tahap II
LOMBOK, iNewsLombok.id - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Lombok Tengah mencatat masih ada 180 jemaah haji yang belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) hingga berakhirnya masa pelunasan Tahap II pada 9 Januari 2026.
Kepala Kanwil Kemenhaj Lombok Tengah, Lalu Syamsul Hadi, mengungkapkan bahwa meskipun proses pelunasan telah dibuka dalam dua tahap, masih terdapat ratusan calon jemaah yang belum menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai batas waktu yang ditetapkan.
"Masih ada 180 jemaah yang belum melakukan pelunasan,” ujar Lalu Syamsul saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, dari total kuota haji Kabupaten Lombok Tengah tahun 2026 sebanyak 1.178 orang, sebanyak 998 jemaah haji reguler telah menyelesaikan pelunasan BIPIH.
Selain jemaah reguler, 163 jemaah haji cadangan juga tercatat telah melakukan pelunasan sebagai langkah antisipasi apabila terdapat jemaah reguler yang mengundurkan diri atau tidak memenuhi persyaratan.
"Total jemaah yang telah melunasi BIPIH mencapai 1.161 orang, baik dari kategori reguler maupun cadangan," tutur Lalu Syamsul.
Lalu Syamsul mengungkapkan, kendala finansial masih menjadi faktor dominan yang menyebabkan sebagian jemaah belum melunasi BIPIH. Sejumlah calon jemaah memilih menunda keberangkatan hingga musim haji berikutnya sambil mempersiapkan kemampuan biaya.
"Sebagian jemaah memang sengaja menunda keberangkatan karena faktor biaya dan berencana berangkat pada tahun depan," ungkapnya.
Selain faktor ekonomi, kondisi kesehatan juga menjadi pertimbangan penting. Beberapa jemaah belum dinyatakan memenuhi syarat istithaah kesehatan, yang merupakan prasyarat wajib sebelum melakukan pelunasan BIPIH dan keberangkatan ke Tanah Suci.
Tak hanya itu, terdapat pula jemaah yang meninggal dunia, sementara pihak ahli waris belum mengajukan proses penggantian sesuai ketentuan yang berlaku.
"Terdapat pula kendala administrasi, seperti data jemaah yang belum sepenuhnya terinput ke dalam sistem hingga hari terakhir masa pelunasan," kata Lalu Syamsul.
Dengan masih adanya jemaah yang belum melunasi BIPIH, Kemenhaj Lombok Tengah memastikan bahwa jamaah cadangan berpeluang besar untuk diberangkatkan, sepanjang memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan kesehatan.
Pihak Kemenhaj juga mengimbau para calon jemaah agar lebih proaktif memantau informasi resmi terkait haji, melengkapi dokumen sejak dini, serta menjaga kondisi kesehatan agar proses keberangkatan dapat berjalan lancar.
Secara nasional, pemerintah terus mendorong optimalisasi kuota haji agar tidak terjadi kekosongan kursi, sekaligus memastikan seluruh jemaah yang berangkat telah memenuhi aspek pembayaran, administrasi, dan kesehatan.
Editor : Purnawarman