Khusus NTT, terdapat produk Biosolar Nonsubsidi yang dibanderol Rp19.600 per liter.
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku pada Jumat (28/8/2026):
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.300 per liter
Pertamax Turbo: Rp18.700 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.100 per liter
Dexlite: Rp20.550 per liter
Pertamina Dex: Rp22.100 per liter
FTZ Sabang
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp14.950 per liter
Dexlite: Rp18.450 per liter
FTZ Batam
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp15.100 per liter
Pertamax Turbo: Rp17.400 per liter
Dexlite: Rp18.700 per liter
Pertamina Dex: Rp20.100 per liter
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp15.950 per liter
Pertamax Turbo: Rp18.300 per liter
Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Bali, NTB, dan NTT
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Biosolar Nonsubsidi: Rp19.600 per liter khusus NTT
Pertamax: Rp15.950 per liter
Pertamax Turbo: Rp18.300 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.300 per liter
Pertamax Turbo: Rp18.700 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.100 per liter
Dexlite: Rp20.550 per liter
Pertamina Dex: Rp22.100 per liter
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.300 per liter
Pertamax Turbo: Rp18.700 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Maluku dan Maluku Utara
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.300 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Papua
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.300 per liter
Pertamax Turbo: Rp18.700 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Papua Barat dan Papua Barat Daya
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.300 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.300 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamax Termurah Rp14.950 per Liter
Jika dibandingkan seluruh wilayah dalam daftar tersebut, harga Pertamax paling rendah berada di FTZ Sabang, yakni Rp14.950 per liter.
Sementara harga Pertamax tertinggi mencapai Rp16.650 per liter, berlaku di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Untuk Pertamax Turbo, harga paling murah tercatat di FTZ Batam sebesar Rp17.400 per liter. Harga tertingginya mencapai Rp19.100 per liter di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga BBM nonsubsidi tidak seragam secara nasional.
Mengapa Harga BBM Berbeda Antarwilayah?
Harga BBM nonsubsidi dapat berbeda antarwilayah karena dipengaruhi sejumlah komponen, antara lain harga dasar BBM, pajak daerah seperti PBBKB, serta biaya distribusi dan transportasi.
Faktor geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau juga membuat biaya pengiriman BBM ke masing-masing daerah tidak sama. Kondisi tersebut turut menjadi salah satu faktor yang tercermin dalam harga jual di tingkat konsumen.
Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar memiliki mekanisme penetapan harga yang berbeda karena mendapatkan dukungan pemerintah dan penyalurannya diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Pertamina Patra Niaga sendiri merupakan subholding Commercial & Trading yang menjalankan kegiatan bisnis hilir Pertamina. Dalam ekosistem Pertamina, distribusi BBM menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan energi di berbagai wilayah Indonesia.
Pertamax Green 95 Menggunakan Bioetanol
Selain perubahan harga, Pertamina juga memiliki produk Pertamax Green 95 yang menggunakan komponen bioetanol 5 persen sebagai bahan baku terbarukan.
Produk tersebut diperkenalkan Pertamina Patra Niaga pada 2023 sebagai bagian dari pengembangan bahan bakar yang memanfaatkan energi terbarukan.
Dengan demikian, konsumen perlu membedakan produk BBM berdasarkan jenis, nilai oktan, peruntukan kendaraan, serta status subsidi atau nonsubsidi.
Untuk memastikan harga dan ketersediaan di SPBU tertentu, konsumen sebaiknya mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi Pertamina atau layanan Pertamina Call Center 135.
Harga pada Jumat (28/8/2026) tersebut masih mengacu pada daftar harga yang berlaku sejak Agustus. Perubahan harga pada periode berikutnya dapat terjadi sesuai kebijakan dan komponen pembentuk harga yang berlaku. Di Lombok
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
