Karhutla Gunung Rinjani di Sembalun, 30 Hektare Lahan Terdampak

iNews.id
Tim gabungan melakukan pemadaman dan penyisiran pascakebakaran hutan di kawasan Resor Sembalun, Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Timur. Kebakaran menghanguskan sekitar 30 hektare lahan dan kini telah berhasil dikendalikan. (Foto: istimewa)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di wilayah Resor Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah dilakukan upaya pemadaman secara intensif oleh tim gabungan, api akhirnya berhasil dikendalikan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam (7/8/2026) di kawasan Resor Sembalun yang berada di bawah pengelolaan SPTN Wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Berdasarkan data sementara, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare. Meski demikian, petugas masih melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan luas lahan yang terbakar secara akurat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.

“Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ±30 hektare, namun angka tersebut masih dalam proses pendataan. Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut,” ujar Abdul Muhari, Minggu (9/8/2026).

Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Otoritas terkait bersama pengelola kawasan TNGR masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber awal munculnya api.

Dalam operasi pemadaman, sebanyak 22 personel diterjunkan ke lokasi. Mereka berasal dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), warga sekitar, siswa praktik kerja lapangan Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA), Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur.

Tim gabungan melakukan pemantauan, pemadaman titik api, hingga koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan di lapangan. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika kobaran api berhasil dikendalikan pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.

Setelah api dinyatakan terkendali, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemeriksaan ulang dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api maupun titik panas yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Saat ini, tim gabungan masih melaksanakan proses mopping up, yakni penyisiran dan pemadaman sisa material yang berpotensi kembali menyala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kawasan benar-benar aman dan mencegah terjadinya kebakaran ulang.

Gunung Rinjani merupakan salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia dengan luas lebih dari 41 ribu hektare.

Selain menjadi habitat berbagai flora dan fauna endemik, kawasan ini juga merupakan destinasi wisata pendakian favorit yang setiap tahun dikunjungi puluhan ribu wisatawan domestik maupun mancanegara.

Karena itu, ancaman kebakaran hutan menjadi perhatian serius mengingat dapat merusak ekosistem, vegetasi alami, serta mengganggu aktivitas wisata dan konservasi.

Memasuki musim kemarau, BNPB dan pengelola TNGR mengimbau masyarakat maupun pendaki untuk tidak menyalakan api sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network