Rudal-rudal ini dikenal memiliki jangkauan menengah hingga jauh, serta kemampuan manuver tinggi yang menyulitkan sistem pertahanan untuk mencegat secara sempurna.
Target Meluas ke Kawasan Teluk
Tak hanya menyasar wilayah Israel, IRGC menyebut bahwa target operasi juga mencakup sejumlah titik strategis di kawasan Timur Tengah, termasuk fasilitas militer yang berkaitan dengan Amerika Serikat.
Beberapa target yang disebutkan antara lain:
Baterai HIMARS di Pulau Bubiyan, Kuwait
Sistem pertahanan udara Patriot di wilayah utara Bahrain
Fasilitas militer dan pelatihan di Uni Emirat Arab
Langkah ini menunjukkan potensi meluasnya konflik ke tingkat regional, melibatkan lebih banyak negara di kawasan Teluk.
Iron Dome Masih Jadi Andalan Israel
Di sisi lain, Israel terus mengandalkan sistem pertahanan udara Iron Dome untuk menangkal serangan rudal yang masuk. Meski demikian, beberapa laporan menyebutkan bahwa tidak semua serangan berhasil dicegat.
Sejumlah rudal dilaporkan berhasil menembus pertahanan dan menyebabkan kerusakan di beberapa lokasi.
Respons atas Serangan Israel Sebelumnya
Serangan Iran disebut sebagai bentuk balasan atas operasi militer Israel yang sebelumnya menargetkan fasilitas strategis dan infrastruktur penting di wilayah Iran.
Serangan balasan ini dilakukan secara bertahap menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone tempur.
Ancaman Konflik Regional Kian Nyata
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda deeskalasi dari kedua pihak. Sejumlah negara dan organisasi internasional mulai menyuarakan kekhawatiran bahwa konflik ini dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Jika tidak segera dikendalikan, konflik Iran-Israel berpotensi memicu instabilitas global, termasuk gangguan jalur energi dan keamanan internasional.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
