LOMBOK, iNewsLombok.id – Bentrokan antarwarga terjadi di kawasan Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu malam (22/3/2026). Konflik yang melibatkan warga Lingkungan Petemon dan Peresak Timur ini sempat memicu aksi perusakan hingga pembakaran sejumlah fasilitas usaha milik warga.
Kronologi Bentrokan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula dari kesalahpahaman antara dua pemuda dari wilayah berbeda. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi konflik terbuka yang melibatkan kelompok warga.
Situasi semakin memanas ketika salah satu pihak diduga menjadi korban pengeroyokan. Hal ini memicu reaksi dari warga Lingkungan Petemon yang kemudian berkumpul dan mencari pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Massa dari kedua wilayah sempat memadati jalur perbatasan Sukadana dan Peresak Timur, sehingga suasana di lokasi menjadi tidak terkendali.
Aksi Perusakan dan Pembakaran
Dalam kondisi yang memanas, sejumlah oknum melakukan aksi anarkis dengan merusak dan membakar fasilitas milik warga. Beberapa usaha kecil yang terdampak di antaranya:
Lapak penjualan BBM eceran
Usaha mainan anak
Kios dan lapak UMKM lainnya
Kerugian materiil diperkirakan cukup besar, meskipun hingga kini belum ada angka resmi dari pihak berwenang.
Polisi Amankan Situasi
Kapolresta Mataram, Hendro Purwoko, memastikan bahwa kondisi saat ini telah berangsur kondusif setelah aparat turun tangan.
"Terjadi perselisihan atau kesalahpahaman dari dua pemuda di wilayah berbeda yang memicu konflik. Konflik itu dapat kita tangani dan ada beberapa pelaku kami amankan," ujarnya, Senin (23/3/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
"Kami imbau masyarakat khususnya kedua belah pihak untuk menahan diri, percayakan kepada kami," katanya.
Pengamanan Diperketat
Meski situasi mulai terkendali, aparat kepolisian masih disiagakan di sejumlah titik rawan di wilayah Pagutan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan bentrokan susulan serta memastikan aktivitas masyarakat kembali normal.
Konflik antarwarga di wilayah perkotaan sering dipicu oleh persoalan kecil yang berkembang akibat komunikasi yang buruk.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan biasanya melakukan pendekatan mediasi untuk meredam konflik sosial.
Peran tokoh masyarakat dan pemuda dinilai penting dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan.
Kasus seperti ini berpotensi dijerat dengan pasal pidana terkait perusakan dan tindakan kekerasan secara bersama-sama.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
