BREAKING NEWS Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Gantikan Ayatollah Ali Khamenei

okezone/Purnawarman
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran. (Foto: IRINN)

TEHERAN, iNewsLombok.id Iran memasuki babak baru kepemimpinan setelah Mojtaba Khamenei resmi dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru oleh Majelis Pakar. Penetapan tersebut diumumkan melalui siaran televisi pemerintah Iran, sebagaimana dilaporkan sejumlah media internasional.

Pengumuman itu disampaikan di tengah situasi keamanan yang memanas akibat konflik regional dan serangan terhadap sejumlah fasilitas negara.

“Terlepas dari kondisi perang yang akut dan ancaman langsung musuh terhadap lembaga populer ini, serta terlepas dari pemboman kantor Sekretariat Majelis Pakar yang mengakibatkan gugurnya beberapa anggota staf dan tim keamanan, proses pemilihan dan pengangkatan kepemimpinan sistem Islam tidak terhenti sedetik pun,” demikian isi pengumuman tersebut, sebagaimana dilansir BBC.

Menggantikan Ayahnya yang Tewas dalam Serangan

Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Kematian pemimpin tertinggi Iran tersebut memicu ketegangan geopolitik yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.

Mojtaba yang kini berusia 56 tahun dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh di lingkaran elite politik Iran. Selama bertahun-tahun, ia disebut memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan sejumlah ulama senior.

Dengan pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei diperkirakan akan menjadi figur penting yang menentukan arah politik luar negeri Iran, termasuk hubungan dengan negara-negara Barat.

Beberapa pejabat di Amerika Serikat dan Israel sebelumnya juga memperingatkan bahwa pemimpin tertinggi pengganti Ali Khamenei dapat menjadi target operasi militer jika konflik dengan Iran semakin meningkat.

Posisi Pemimpin Tertinggi dalam Sistem Politik Iran

Sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979, jabatan Pemimpin Tertinggi merupakan posisi paling berkuasa dalam struktur pemerintahan negara tersebut. Pemimpin tertinggi memiliki otoritas luas, mulai dari mengendalikan kebijakan strategis negara hingga memegang kendali atas militer dan aparat keamanan.

Meskipun demikian, sistem politik Iran memiliki struktur yang memungkinkan distribusi kekuasaan di antara lembaga ulama, pemerintah, dan Korps Garda Revolusi Islam. Hal ini membuat stabilitas rezim tetap terjaga meskipun terjadi pergantian pemimpin tertinggi.

Latar Belakang Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei dikenal sebagai ulama yang menempuh pendidikan agama di kota suci Qom, pusat pendidikan Islam Syiah di Iran. Meski jarang tampil di publik, ia disebut memiliki pengaruh besar dalam jaringan politik dan keagamaan negara tersebut.

Beberapa analis Timur Tengah menilai penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi dapat memicu berbagai reaksi, baik dari kalangan internal Iran maupun dari komunitas internasional. Di dalam negeri, sebagian pihak menganggap pengangkatannya sebagai bentuk kesinambungan kekuasaan keluarga Khamenei.

Sementara itu, pengamat geopolitik memperkirakan kepemimpinan Mojtaba akan menentukan arah hubungan Iran dengan Barat, terutama terkait program nuklir Iran, konflik regional, dan peran negara itu di Timur Tengah.

Hingga kini, pemerintah Iran belum merilis agenda resmi pertama Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network