TEL AVIV, iNewsLombok.id - Serangan rudal balistik Iran pada Minggu (2/3/2026) menembus sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel. Dampaknya, sedikitnya 10 warga Israel dilaporkan tewas dan hampir 500 orang mengalami luka-luka, menurut laporan media setempat.
Mengutip laporan The Jerusalem Post, jumlah korban jiwa meningkat setelah sembilan orang awalnya dinyatakan meninggal dunia, termasuk beberapa korban yang berada di tempat perlindungan bom di Beit Shemesh. Satu korban tambahan dilaporkan meninggal pada Minggu pagi di lokasi berbeda.
Serangan tersebut juga menyebabkan 11 orang dinyatakan hilang serta puluhan lainnya terluka, termasuk anak-anak. Sejumlah rumah dan fasilitas perlindungan dilaporkan hancur akibat hantaman rudal. Sedikitnya delapan bangunan rusak berat, dengan sebagian korban meninggal akibat runtuhnya atap tempat perlindungan.
Tempat Perlindungan Tetap Diimbau Digunakan
Meski terdapat korban jiwa di dalam bunker, Kepala Komando Pertahanan Dalam Negeri Militer Israel (IDF), Mayor Jenderal Shai Kleper, tetap meminta warga mematuhi prosedur keselamatan.
Ia menegaskan bahwa perlindungan tetap efektif dalam sebagian besar situasi.
“Tempat perlindungan dan ruang aman tetap memberikan perlindungan yang menyelamatkan nyawa, kecuali jika terkena serangan langsung,” tegasnya.
Respons Darurat dan Evakuasi Korban
Sekitar 30 ambulans dari Magen David Adom dikerahkan ke Beit Shemesh untuk mengevakuasi korban. Sementara itu, militer Israel mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan, tenaga medis tambahan, serta helikopter evakuasi ke lokasi terdampak.
Pusat Medis Universitas Hadassah Medical Center menerima puluhan korban luka. Sebanyak 18 orang, termasuk tiga anak, dirawat di kampus Ein Kerem, Yerusalem, sementara 17 lainnya, termasuk empat anak, dibawa ke kampus Gunung Scopus.
IDF menyatakan sistem peringatan dini telah berfungsi sesuai prosedur dan diaktifkan di wilayah terdampak. Namun investigasi tetap dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana rudal bisa menembus sistem pertahanan.
Eskalasi Usai Kematian Ayatollah Khamenei
Serangan meningkat drastis setelah Iran mengumumkan kematian pemimpin tertingginya, Ali Khamenei. Republik Islam mengakui kematian tersebut pada Minggu dini hari, beberapa jam setelah laporan awal menyebut ia tewas akibat serangan udara besar sehari sebelumnya.
Volume dan kecepatan serangan rudal pada Minggu pagi disebut lebih intens dibandingkan hari sebelumnya. Jika pada Sabtu sekitar 150 rudal ditembakkan sepanjang hari, maka pada Minggu salvo yang dilepaskan berlangsung lebih cepat dan padat, menyerupai gelombang serangan besar pada Juni 2025 yang pernah melibatkan hingga 200 rudal balistik.
Secara keseluruhan, Iran dilaporkan memiliki sekitar 2.500 rudal balistik dalam persenjataannya sebelum konflik terbaru ini meningkat.
Situasi Terkini dan Dampak Regional
Pengamat militer menilai penembusan Iron Dome menunjukkan potensi perubahan taktik atau peningkatan kemampuan rudal Iran, baik dari sisi kecepatan, akurasi, maupun jumlah simultan yang diluncurkan.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran internasional terkait potensi konflik regional yang lebih luas, mengingat Israel dan Iran sebelumnya telah terlibat dalam serangan tidak langsung melalui berbagai front di Timur Tengah.
Hingga kini, otoritas Israel masih menghitung total kerusakan dan memastikan jumlah korban secara resmi.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
