Tidak Ada Niat Merendahkan Peserta
Ia menegaskan, bentuk trofi yang digunakan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, sejak lima tahun terakhir, format penghargaan memang relatif sama.
“Kalau piala kita dari dulu memberikan seperti itu. Tidak pernah ada bedanya. Jadi kita tidak pernah berpikir mau ada penghinaan atau mau ada rasa tidak menghargai. Sebab, sepanjang kompetisi kita lakukan dari lima tahun sebelumnya ya seperti itu (pialanya),” tegasnya.
Uang Pembinaan Dianggap Sebagai Kemajuan
Selain trofi, publik juga menyoroti besaran uang pembinaan. Pada musim ini, Panpel menetapkan:
Juara I: Rp30 juta
Juara II: Rp20 juta
Juara III: Rp15 juta
Juara IV: Rp10 juta
Ketua Harian PSSI NTB tersebut menjelaskan bahwa pemberian uang pembinaan merupakan kemajuan signifikan. Pasalnya, selama hampir lima tahun penyelenggaraan liga, tim peserta hanya menerima piala dan medali tanpa dukungan dana.
“Kita tentunya melaksanakan kompetisi itu hanya menyiapkan medali dan piala, walaupun mungkin piala itu dianggap sesuatu yang kurang bermakna. Tetapi kalau menurut kami, maknanya ada untuk seluruh tim dan terutama medali buat perorangan di tim itu sendiri,” jelasnya.
Janji Evaluasi dan Perbaikan Trofi
Panpel juga membuka peluang perbaikan bentuk penghargaan ke depan.
“Jika ada tuntutan untuk mengganti piala atau memperbaiki bentuk penghargaan, kami akan usahakan sebaik mungkin. Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut, dan jika memungkinkan, kami akan mengganti dengan cara yang lebih baik,” ungkapnya.
Dorong Pembinaan Sepak Bola NTB Lebih Serius
Ia menegaskan bahwa polemik ini harus dijadikan momentum evaluasi demi meningkatkan kualitas sepak bola NTB secara menyeluruh.
“Ke depan, kami berharap akan ada perbaikan dalam pelaksanaan kompetisi dan pembinaan, termasuk pengalokasian dana yang lebih baik. Kami juga akan memperhatikan saran dan kritik yang diberikan oleh tim dan anggota PSSI,” ujarnya.
Apresiasi untuk PS Daygun dan Suporter
Di akhir pernyataannya, Panpel memberikan apresiasi khusus kepada PS Daygun beserta para suporternya yang memadati GOR 17 Desember pada partai final.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim PS Daygun dan suporter yang luar biasa. Kehadiran mereka memberikan energi positif bagi seluruh kompetisi ini dan tentunya akan menjadi contoh bagi suporter tim lainnya di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” terangnya.
Liga 4 merupakan kasta terbaru dalam struktur kompetisi nasional setelah restrukturisasi dari Liga 3 oleh PSSI pada 2024.
Juara Liga 4 NTB berpeluang menjadi wakil provinsi pada babak nasional Liga 4 Indonesia.
Minimnya sponsor daerah menjadi salah satu kendala utama dalam peningkatan kualitas hadiah dan fasilitas kompetisi di NTB.
Sejumlah Asprov PSSI di provinsi lain sudah mulai menggandeng BUMD dan swasta untuk mendukung pembiayaan liga.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
