"Setibanya di pinggir pantai, saksi melihat dari kejauhan adanya sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang tidak mengenakan busana. Mayat tersebut terlihat masih terbawa dan terombang-ambing oleh ombak laut," ungkap Kapolsek Ampenan Kompol Ahmad Majmuk.
Salah satu warga Sadri sempat merekam kondisi jasad tersebut sebagai dokumentasi awal, lalu menghubungi Bhabinkamtibmas Jempong Baru.
Tak lama kemudian, warga sekitar berdatangan. Dengan menggunakan terpal, mereka memindahkan jasad ke tepi pantai agar tidak kembali terseret ombak.
Kondisi Korban
Korban hingga kini masih berstatus Mister X. Dari pengamatan awal di lokasi:
"Kondisi jasad korban sudah tidak dapat dikenali secara jelas karena telah mengalami pembengkakan," ungkapnya.
Selain membengkak, tubuh korban juga mulai mengeluarkan bau tidak sedap, yang menguatkan dugaan bahwa korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Dugaan Korban Hanyut
Tim SAR dan kepolisian menduga korban meninggal akibat terseret arus laut.
"Korban meninggal dunia diduga akibat terseret oleh kuatnya gelombang air laut," tulis bagian analisis laporan.
Bahkan, berdasarkan keterangan anggota SAR I Gede Lanus, jasad tersebut diduga kuat merupakan warga Desa Sarage, Praya Barat, yang hanyut di Sungai Melau empat hari sebelumnya.
"Empat hari yang lalu ada warga An. Pawan Desa Sarage Praya Barat telah hanyut di Sungai Melau Dsn. Mapasan dan diperkirakan jenazah yang ditemukan ini merupakan warga yang dimaksud," jelasnya.
Proses Evakuasi
Petugas dari Polsek Ampenan, Kasubsektor Sekarbela, tim identifikasi, dan tim SAR segera melakukan olah TKP sebelum mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Mataram menggunakan ambulans untuk dilakukan visum et repertum.
Langkah lanjutan yang dilakukan antara lain:
Pemeriksaan TKP
Pendataan saksi
Koordinasi unit Reskrim dan Identifikasi Polresta Mataram
Pemeriksaan medis lanjutan
Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melakukan pencocokan identitas. Masyarakat yang merasa memiliki informasi terkait korban diimbau segera melapor ke pihak berwajib.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi warga pesisir dan daerah aliran sungai untuk lebih waspada terhadap arus kuat, terutama saat cuaca ekstrem.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
