JAKARTA, iNewsLombok.id - Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, langsung mengambil langkah strategis begitu menginjakkan kaki di Tanah Air. Alih-alih terburu-buru membahas target besar dan agenda kompetisi, juru taktik asal Inggris itu memilih membangun komunikasi personal dengan para pemain sebagai fondasi awal kepemimpinannya.
Herdman tiba di Jakarta pada Sabtu (10/1/2026) dan segera menjalankan pendekatan intensif kepada pemain inti Timnas Indonesia. Ia menilai, kepercayaan dan kedekatan emosional merupakan modal utama sebelum tim berbicara soal prestasi.
Pelatih berusia 50 tahun tersebut mengungkapkan bahwa proses komunikasi sudah dimulai bahkan sebelum kedatangannya ke Indonesia. Sejumlah diskusi panjang dilakukan secara virtual, terutama dengan pemain senior dan kapten tim, guna memahami karakter serta dinamika ruang ganti.
“Saya sudah berbicara dengan pemain inti, dengan diskusi panjang bersama kapten dan beberapa pemain senior. Belum ada pembicaraan Piala Dunia, tapi hanya untuk mengenal mereka sebagai pribadi dan memperkenalkan diri,” kata Herdman.
Menurut Herdman, relasi pelatih dan pemain tidak bisa dibangun secara instan. Ia ingin memastikan setiap individu di dalam tim merasa dihargai dan dilibatkan sejak tahap awal proses pembangunan tim nasional.
“Relasi pelatih dan pemain harus dibangun sejak awal. Saya ingin mereka memahami arah kepemimpinan saya dan merasa menjadi bagian penting dari perjalanan ini,” ujarnya.
Mulai Mengenal Atmosfer Sepak Bola Indonesia
Selain fokus pada komunikasi personal, Herdman juga mulai mengamati langsung atmosfer sepak bola nasional. Ia menyempatkan diri mengikuti pertandingan Super League 2025–2026, termasuk laga panas antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta yang dikenal sebagai salah satu derbi terbesar di Indonesia.
“Ya, tentu saja. Saya rasa kita harus mengakui dan menghargai liga profesional di sini. Saya sempat menonton El Clasico di televisi beberapa malam lalu, dan itu adalah pertandingan yang sangat panas dan penuh gairah, memang begitulah laga derbi,” tuturnya.
Pengamatan ini dinilai penting untuk memahami karakter permainan, mentalitas pemain, serta kultur sepak bola lokal yang menjadi basis utama Timnas Indonesia.
Liga Domestik Jadi Fondasi Timnas
Herdman menegaskan bahwa kompetisi domestik memegang peran sentral dalam proyek jangka panjang Timnas Indonesia. Menurutnya, liga lokal merupakan jalur utama bagi pemain untuk berkembang menuju level internasional.
“Menurut saya, komitmen terhadap liga domestik di sini adalah fondasi bagi masa depan kita,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran langsung pelatih tim nasional di stadion sebagai bentuk penghargaan terhadap pemain lokal.
“Dan penting juga, pertama, bahwa saya untuk menonton. Karena jika pelatih tim nasional tidak menonton liga domestik, maka tidak ada harapan bagi para pemain lokal,” tambah Herdman.
Agenda Eropa dan Pemantauan Pemain Abroad
Tak hanya fokus di dalam negeri, Herdman sudah menyiapkan agenda lanjutan. Ia berencana terbang ke Eropa pada akhir Januari atau awal Februari 2026 untuk bertemu langsung dengan para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri.
“Pada akhir Januari atau awal Februari saya akan pergi ke Eropa untuk melihat lingkungan latihan mereka dan mendengarkan mereka secara langsung sekaligus mencari pemain lain yang mungkin siap bergabung,” pungkasnya.
Langkah ini menunjukkan pendekatan menyeluruh Herdman, yang tidak hanya mengandalkan laporan teknis, tetapi juga ingin memahami kondisi psikologis dan profesional para pemain diaspora.
Gaya Kepemimpinan dan Tantangan Awal
Sebagai informasi, John Herdman dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam membangun tim nasional secara bertahap, termasuk saat menangani Kanada di level internasional. Pendekatannya yang menekankan kedisiplinan, komunikasi terbuka, dan identitas permainan diyakini akan menjadi warna baru bagi Timnas Indonesia.
Tantangan terdekat Herdman adalah menyatukan pemain lokal dan diaspora dalam satu visi, serta meningkatkan konsistensi performa di tengah padatnya kalender kompetisi. Namun, langkah awal yang berfokus pada hubungan personal dinilai sebagai sinyal positif bagi masa depan Timnas Indonesia.
Pendekatan komunikasi intens, pemantauan liga lokal, dan rencana kunjungan ke Eropa memperlihatkan bahwa Herdman datang bukan sekadar membawa nama besar, melainkan membangun fondasi Timnas Indonesia dari akar yang paling mendasar: kepercayaan dan kebersamaan pemain.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
