LOMBOK, iNewsLombok.id – Gelombang protes yang berujung pada penjarahan rumah sejumlah pejabat negara, termasuk anggota DPR dan seorang menteri, dinilai bukan sekadar krisis politik.
Menurut Pengamat Ekonomi Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara, Edo Segara Gustanto, kondisi ini juga membawa konsekuensi serius bagi stabilitas perekonomian Indonesia.
Edo menjelaskan bahwa pasar keuangan sangat rentan terhadap ketidakpastian politik.
“Penjarahan rumah pejabat adalah simbol krisis kepercayaan publik. Ini bisa mendorong pelemahan rupiah, volatilitas IHSG, dan potensi keluarnya modal jangka pendek,” ungkapnya.
Konsumsi dan Inflasi Terancam
Selain sektor keuangan, Edo juga menyoroti dampak pada konsumsi domestik. Masyarakat cenderung menunda pembelian barang non-esensial, sementara pelaku ritel di kota terdampak terpaksa memangkas jam operasional dan menambah biaya keamanan.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait