Daun Eucalyptus, Wangi Jasad Eril anak Ridwan Kamil, Ternyata Banyak Manfaat

Redaksi
.
Selasa, 14 Juni 2022 | 16:34 WIB
Daun Eucalyptus (dok.pixabay)

Jakarta, iNewslombok.id- Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril, anak sulung Gubernur Jabar Ridwan Kamil akhirnya ditemukan di Bendungan Swiss Bern oleh otoritas setempat pada Rabu pagi (8/6/2022). 

 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui postingan instagramnya mengungkapkan kondisi jenazah Eril saat ditemukan. Dikatakannya, jenazah Eril masih utuh dan tak kurang satupun meski telah hilang selama 14 hari. 

 

Selain itu, jenazah Eril tak hanya utuh namun juga wangi seperti wangi daun Eucalyptus.
 

Eucalyptus adalah pohon cemara yang tumbuh di Australia dan sebagian Asia, termasuk Indonesia. Eucalyptus yang memiliki lebih dari 700 spesies ini dapat digunakan untuk mengurangi gejala, seperti batuk dan pilek, termasuk menghilangkan rasa sakit otot dan sendi.

 

Sementara, minyak yang berasal dari pohon kayu putih ini juga digunakan sebagai antiseptik, parfum, bahan kosmetik, penyedap, dan dalam pelarut industri.

 

Khasiatnya yang banyak untuk kesehatan ini membuat pengobatan di China, India, Yunani, dan Eropa memasukkan eucalyptus ke dalam perawatan berbagai kondisi dan telah dilakukan selama ribuan tahun.

 

Dikutip dari sindonews.com, daun eucalyptus juga mengandung flavonoid dan tannin. Seperti diketahui, flavonoid merupakan antioksidan nabati, dan tanin yang dapat membantu mengurangi peradangan.

 

Menjelang akhir abad ke-19, minyak eucalyptus digunakan di sebagian besar rumah sakit di Inggris untuk membersihkan kateter urin. Penelitian modern sekarang mulai mendukung praktik ini.

 

Sementara, pada Februari 2016, para peneliti dari Serbia menemukan bukti yang mendukung aksi antimikroba eucalyptus. Mereka menyimpulkan bahwa interaksi positif antara minyak esensial E. camaldulensis (pohon dalam keluarga Eucalyptus) dan antibiotik yang ada dapat mengarah pada pengembangan strategi pengobatan baru untuk infeksi tertentu. Mereka berharap khasiat ini dapat mengurangi kebutuhan akan antibiotik.

 

 

Sebuah studi yang diterbitkan di Clinical Microbiology & Infection menunjukkan bahwa minyak eucalyptus mungkin memiliki efek antibakteri pada bakteri patogen di saluran pernapasan bagian atas, termasuk Haemophilus influenzae, bakteri yang bertanggung jawab untuk berbagai infeksi, dan beberapa jenis streptococcus.

 

Yang menarik, eucalyptus belakangan dikaitkan dengan virus corona. Hal itu diungkap Kementerian Pertanian (Kementan) RI saat meluncurkan produk kalung aromaterapi eucalyptus. Kementan mengklaim kalang itu bisa menjadi antivirus atau penangkal Covid-19. 

 

Editor : Dewi Ayu Tri Anjani
Bagikan Artikel Ini