Kaki Memudar di Pasir Licin Rinjani, Yura Yunita Temukan Tenaga Tambahan saat Disambut Sunrise
LOMBOK, iNewsLombok.id - Penyanyi Yura Yunita membagikan pengalaman menantang saat mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam unggahan media sosialnya, Yura mengaku pendakian kali ini menjadi salah satu pengalaman paling ekstrem yang pernah dilaluinya.
Yura membagikan cerita tersebut melalui akun media sosialnya pada Sabtu (17/10/2026). Ia menyebut Rinjani sebagai gunung keempat yang didakinya.
Dalam unggahannya, pelantun sejumlah lagu populer itu mengungkapkan bahwa persiapan fisik dilakukan cukup serius. Ia bahkan mengaku rutin berlatih di pusat kebugaran, terutama latihan kaki atau leg day, untuk menghadapi medan pendakian.
"Gunung ter-ekstrem yang pernah kudaki. Rinjani! 3.726 MDPL! AKHIRNYA SAMPAI JUGA! Ini jadi pendakian gunung ke-4-ku.
Persiapan fisik manteb di gym, terutama leg day yang pedasss, ternyata ngebantu banget selama pendakian.
Namun di “Letter E” Ya Allaaah...
Sempat terlintas, “Apa nyerah aja, ya? Turun aja kali, ya?”
Disitu jadi itulah titik ter-ekstremnya buat aku,"tulisnya.
Tantangan terberat bagi Yura muncul ketika melewati jalur yang disebutnya sebagai “Letter E”. Setelah berjam-jam berjalan, puncak yang terlihat seolah sudah dekat ternyata masih membutuhkan perjuangan panjang.
Medan berpasir membuat langkahnya semakin berat. Setiap kali melangkah naik, pijakan terkadang kembali merosot sehingga tenaga cepat terkuras.
"Bayangin, udah berjam-jam pendakian. Puncak tuh rasanya udah di depan mata, tapi kok kayak nggak sampai-sampai juga? Pasirnya liciiiiiiin, satu langkah naik, kadang berasa turun lagi. Napas makin berat, kaki makin lelah, dan jarak yang kelihatannya dekat ternyata masih menyimpan banyak perjuangan,".
Dalam kondisi tersebut, Yura mengaku sempat terpikir untuk menyerah. Namun, ia akhirnya memilih berkonsentrasi pada setiap langkah kecil hingga berhasil mencapai tujuan.
Di situ aku belajar, kadang aku bertahan bukan karena merasa masih kuat,
tapi karena memilih fokus satu langkah kecil lagi.
Nggak mikirin berapa jauh sisanya.
Cukup satu langkah dulu. Lalu satu langkah lagi.
Yura juga membagikan rangkaian waktu pendakiannya. Ia memulai perjalanan pada pukul 09.00, kemudian tiba di camp Plawangan sekitar pukul 15.00.
Setelah beristirahat, Yura bangun sekitar pukul 01.00 dini hari untuk mempersiapkan perjalanan menuju puncak. Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
09.00 Berangkat mendaki
15.00 sampai camp Plawangan
01.00 dini hari bangun persiapan summit
08.00 sampai PUNCAK RINJANI
Sesampainya di puncak, Yura mengaku langsung terpukau melihat pemandangan alam Rinjani, termasuk panorama matahari terbit.
"Dan begitu sampai…
YA ALLAH INDAH BANGET!
Aneh deh, ngeliat keindahan alam kok tiba-tiba, capeknya ngga kerasa.
Beberapa menit sebelumnya seolah-olah tubuh hampir menyerah,
pas liat sunrise & lihat keindahan alam dari atas tuh kok mendadak punya tenaga tambahan,"ungkapnya.
Bagi Yura, keberhasilan mencapai puncak bukan sekadar pencapaian fisik. Pendakian tersebut menjadi pengalaman untuk menghadapi keraguan dalam dirinya.
Puncak gunung kali ini untuk aku tuh momen pas aku berhasil melewati keraguan yang selama ini tinggal di dalam diri sendiri.
" Dan kalau suatu hari nanti hidup kembali terasa seperti “Letter E” semoga aku ingat Rinjani.
Bahwa pernah ada satu pagi, di sebuah gunung yang tinggi, ketika aku hampir menyerah… tetapi akhirnya sampai juga.
Satu langkah demi satu langkah.
Pelan-pelan, ternyata bisa juga,"tulisnya lagi.
Pendakian Rinjani kali ini bukan dilakukan Yura seorang diri. Sebelumnya, ia diketahui berada di Lombok bersama sejumlah rekan sesama selebritas, di antaranya Tarra Budiman, Jerhemy Owen, dan Della Dartyan.
Rombongan tersebut menjalani perjalanan menuju puncak Rinjani dengan medan yang cukup berat. Dalam dokumentasi perjalanan, Yura juga terlihat menggunakan bantuan tali ketika melewati sejumlah bagian jalur yang berbatu dan menantang.
Setelah menikmati keindahan Rinjani, Yura juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Ia mengajak pendaki tidak meninggalkan sampah dan membawa kembali barang-barang yang dibawa saat mendaki.
Bagi Yura, pengalaman di Rinjani bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang menghadapi rasa ragu, menikmati alam, serta belajar bahwa perjalanan berat dapat diselesaikan dengan terus mengambil satu langkah demi satu langkah.
Editor: Purnawarman