Ekonomi Mandalika Bergerak Saat MotoGP, Pengamat Minta Destinasi Wisata NTB Siapkan Event Lanjutan
LOMBOK, iNewsLombok.id - Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 dinilai memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya melalui sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, dan jasa pendukung.
Pengamat pariwisata sekaligus Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Doktor Muhammad Fikri, mengatakan gelaran MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang dirasakan masyarakat.
"Bahkan para pakar ekonomi menyatakan sekitar Rp5T perputaran ekonomi di Mandalika," tegasnya.
Menurut Fikri, besarnya dampak tersebut tidak terlepas dari persiapan penyelenggaraan yang dinilai semakin matang, termasuk keterlibatan pelaku usaha lokal dalam berbagai rangkaian kegiatan MotoGP Mandalika.
"Hal ini disebabkan karena persiapan yang cukup matang, dan Gubernur melibatkan Sepenuhnya UMKM untuk ikut berpartisipasi di perhelatan MotoGP Ini. Langkah langkah seperti ini perlu ditruskan. Karena Pariwisata jika dikuatkan dengan Pendekatan Budaya daerah itu sendiri pasti sangat Kuat," tegasnya, Senin (12/10/2026).
Fikri menilai keterlibatan UMKM dan penguatan identitas budaya lokal perlu menjadi bagian yang terus dikembangkan dalam penyelenggaraan event internasional di NTB.
Menurut dia, MotoGP seharusnya tidak hanya memberikan manfaat ekonomi selama tiga hari balapan. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk membuat wisatawan tinggal lebih lama dan mengunjungi lebih banyak destinasi di Lombok maupun NTB.
Karena itu, ia meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan mulai memikirkan strategi pariwisata berkelanjutan setelah MotoGP berakhir.
"Yakni setelah MotoGP seharusnya destinasi-destinasi wisata lainnya mengadakan even-even lainnya setelah MotoGP untuk menarik wisatawan leboh lama tinggal di Lombok," sarannya.
Data ITDC menunjukkan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 menghasilkan dampak ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun berdasarkan studi Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB).
Ajang tersebut menghadirkan 140.324 penonton. Okupansi hotel mencapai 100 persen di kawasan Mandalika, sementara rata-rata okupansi hotel di Pulau Lombok mencapai 93 persen dan Kota Mataram sekitar 90 persen.
Lebih dari 600 UMKM lokal terlibat dalam ekosistem event dan destinasi, sementara lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap, dengan sekitar 67 persen di antaranya berasal dari Lombok Tengah.
Sementara itu, kajian Bappenas yang diluncurkan pada 30 September 2026 memperkirakan dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2025 berada pada kisaran Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun. Perbedaan angka tersebut menunjukkan adanya perbedaan metode dan cakupan dalam menghitung dampak ekonomi sebuah event.
Untuk penyelenggaraan 2026, MotoGP Mandalika digelar pada 9–11 Oktober. ITDC sebelumnya menargetkan lebih dari 145.000 penonton dan menyebut penyelenggaraan tahun ini sebagai bagian dari penguatan Mandalika sebagai destinasi sport tourism.
ITDC juga menilai keberlanjutan aktivitas menjadi kunci agar manfaat ekonomi tidak berhenti setelah event utama selesai. Kawasan The Mandalika telah diarahkan sebagai destinasi sportstainment dengan berbagai agenda sepanjang tahun, termasuk ajang balap dan kegiatan olahraga, hiburan, budaya, serta komunitas.
Dengan demikian, tantangan setelah MotoGP bukan hanya mempertahankan jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan, memperluas sebaran kunjungan ke berbagai destinasi, serta memastikan UMKM dan masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Editor: Purnawarman