Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Musda Demokrat NTB Ditunda, 10 DPC Tegaskan Tetap Dukung Mantan Kapolda Hadi Gunawan jadi Ketua DPD
Advertisement . Scroll to see content

Pengamat: Dukungan 10 DPC Modal Besar Hadi Gunawan Pimpin Demokrat, Pertarungan Musda Sudah Selesai

Sabtu, 19 September 2026 | 15:03 WIB
  • author Purnawarman
Pengamat: Dukungan 10 DPC Modal Besar Hadi Gunawan Pimpin Demokrat, Pertarungan Musda Sudah Selesai
Guru Besar UIN Mataram dan Pengamat Politik dan Komunikasi, Prof Kadri. (Foto: istimewa)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Guru Besar UIN Mataram sekaligus Pengamat Politik dan komunikasi, Profesor Kadri, menilai dukungan 10 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kabupaten/kota di NTB kepada Mantan Kapolda Irjen Pol (Purn) Hadi Gunawan (Hagun) menjadi modal penting dalam proses pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat NTB periode 2026-2030.

Menurut Prof Kadri, dukungan tersebut tetap menjadi bagian dari dinamika internal partai. Keputusan akhir mengenai kepemimpinan DPD Demokrat NTB tetap berada dalam mekanisme dan keputusan DPP Partai Demokrat.

Ia menilai, apabila dukungan 10 DPC tersebut tetap konsisten hingga pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda), suara dari tingkat cabang dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penentuan ketua DPD.

“Dukungan bulat dari seluruh DPC PD di NTB untuk Jenderal Hadi Gunawan adalah modal penting baginya untuk menakhodai PD NTB. Meski keputusan akhir ada di Tim 3 DPP PD, namun suara aklamasi dari DPC (jika dukungan ini tetap konsisten dalam Musda yang akan digelar) ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi Tim 3 untuk menyetujui Hadi Gunawan sebagai nakhoda baru PD NTB,” kata Prof Kadri, Sabtu (19/9/2026).

Dituntut Yakinkan DPP

Selain dukungan dari DPC, Prof Kadri menilai Hadi Gunawan perlu menyampaikan gagasan dan strategi yang konkret apabila mengikuti tahapan seleksi di tingkat pusat, termasuk mengenai target politik Partai Demokrat di NTB.

Menurutnya, salah satu isu yang dapat menjadi perhatian adalah kemampuan meningkatkan perolehan kursi Demokrat di DPRD NTB pada Pemilu 2029.

“Hadi juga harus mampu meyakinkan Tim 3 dan petinggi PD di pusat saat fit and proper test bahwa dirinya mampu mendongkrak suara PD di NTB dengan menambah kursi di DPRD NTB yang saat ini hanya 7 kursi dan berada di urutan kelima,” ujarnya.

Berdasarkan hasil Pemilu 2024, Partai Demokrat memperoleh tujuh dari 65 kursi DPRD NTB periode 2024-2029. Perolehan tersebut menempatkan Demokrat di bawah Golkar dan Gerindra yang masing-masing meraih 10 kursi, PKS delapan kursi, serta PPP tujuh kursi.

Dengan demikian, peningkatan perolehan kursi pada Pemilu 2029 menjadi salah satu target yang dapat dibahas dalam agenda konsolidasi internal partai.

Dukungan 10 DPC

Kadri menilai dukungan dari seluruh DPC kabupaten/kota tersebut dapat menjadi modal organisasi bagi Hadi Gunawan untuk melakukan konsolidasi apabila nantinya mendapat mandat memimpin DPD Demokrat NTB.

“Dukungan semua DPC adalah amunisi berharga bagi Hadi Gunawan untuk bisa menggerakkan seluruh perangkat partai sehingga bisa meraup suara sebanyak-banyaknya di setiap kabupaten/kota,” katanya.

Sebanyak 10 DPC yang menyatakan dukungan kepada Hadi Gunawan berasal dari Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.

Dukungan itu kembali ditegaskan dalam agenda silaturahmi dan konsolidasi di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Selasa (15/9/2026) malam. Para ketua DPC menyerahkan rekomendasi dukungan kepada Hadi Gunawan.

Ketua DPC Demokrat Kota Mataram, Sinta Primasari, memastikan sikap organisasinya tidak berubah.

“Tidak ada perubahan, tetap Komitmen, Insya Allah Tetap konsisten,” tegas Sinta.

Sementara itu, Hadi Gunawan menyatakan menghargai dukungan dari jajaran DPC dan menyatakan kesiapannya mengikuti mekanisme organisasi yang ditetapkan DPP Partai Demokrat.

Tantangan Beralih ke Politik Sipil

Kadri juga menyoroti latar belakang Hadi Gunawan sebagai purnawirawan Polri. Menurutnya, pengalaman panjang di institusi kepolisian dapat menjadi bagian dari modal kepemimpinan, tetapi ketika masuk ke ruang politik praktis dibutuhkan penyesuaian dengan kultur organisasi politik.

“Sosok Hadi Gunawan sebagai jenderal di kepolisian dengan pengalaman jabatan selama beliau aktif membuat pengurus dan kader yakin bahwa putra Sasak ini mampu menjadi manager PD NTB untuk mendongkrak suara partai berlambang mercy ini dalam Pemilu 2029,” katanya.

Menurut Kadri, tantangan berikutnya adalah bagaimana Hadi membangun pola kepemimpinan sebagai politisi sipil sekaligus tetap menjaga komunikasi dengan jejaring sosial yang telah terbentuk selama berkarier di kepolisian.

“Hal yang tidak kalah penting dilakukan Hadi Gunawan adalah bagaimana mentransformasi kepemimpinan militer/kepolisian yang selama ini menjadi kulturnya menjadi pemimpin sipil, dengan tetap menjaga hubungan emosional dengan keluarga besar korps baju coklat,” ujarnya.

Musda Demokrat NTB Ditunda

Dinamika dukungan tersebut berlangsung di tengah penundaan Musda V Partai Demokrat NTB. Sebelumnya, DPP Partai Demokrat menerbitkan SK Nomor 61/SK/DPP.PD/IX/2026 tertanggal 5 September 2026 yang menjadi dasar rencana pelaksanaan Musda.

Agenda Musda yang semula dijadwalkan pada Jumat, 18 September 2026, kemudian ditunda. Jadwal baru masih menunggu arahan dan keputusan resmi DPP Partai Demokrat.

Penundaan tersebut belum mengubah sikap 10 DPC yang telah menyatakan dukungan kepada Hadi Gunawan. Namun, keputusan akhir mengenai kepemimpinan DPD Demokrat NTB tetap mengikuti mekanisme organisasi dan keputusan DPP.

Hadi Gunawan sendiri menyatakan siap mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan Partai Demokrat serta menunggu arahan DPP terkait pelaksanaan Musda.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut